Impor Solar Indonesia Turun 45 Persen, Pemerintah Optimistis Biodiesel Jenis B30 Segera Diluncurkan

Penurunan impor itu seiring dengan implementasi penggunaan biodiesel jenis B20.

Impor Solar Indonesia Turun 45 Persen, Pemerintah Optimistis Biodiesel Jenis B30 Segera Diluncurkan
KOMPAS.com/RIDWAN AJI PITOKO
Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Darmin Nasution menegaskan bahwa mulai 1 September 2018 tak ada lagi bahan bakar minyak (BBM) jenis Solar murni atau B-0 yang dijual di SPBU. Foto diambil Jumat (31/8/2018). 

TRIBUN-MEDAN.com - Importasi solar mengalami penurunan yang signifikan pada tahun 2019 ini.  Penurunan impor itu seiring dengan implementasi penggunaan biodiesel jenis B20.

"Memang jelas turun impor 2019 dibanding 2018. Rata-rata impor solar bulanan tahun 2019 turun 45 persen dibanding rata-rata impor solar bulanan tahun 2018," kata Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution  di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (12/8/2019).

Menurut dia, penurunan itu dikarenakan penggunaan FAME (Fatty Acid Methyl Eter) atau turunan minyak sawit mentah (CPO).

Penyaluran FAME untuk B20 pada Januari-Juli 2019 mencapai 3,49 juta kilo liter. Lalu hingga akhir Desember, Darmin memperkirakan akan tersalur sebanyak 6,197 kilo liter.

Darmin menyebutkan, menambahkan realisasi penggunaan B20 hingga Juli 2019 mencapai 97,5 persen. Sementara untuk pengujian B30 akan tuntas pada pertengahan September 2019.

"Dari pengujian sampai sekarang tidak ada masalah serius. Cukup jelas bahwa nanti per awal Januari (tahun 2020) B30 akan berjalan," ujar Darmin.

Pemerintah telah melakukan rapat terbatas terkait Evaluasi Pelaksanaan Mandatori Biodiesel.

Dalam rapat itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pelaksanaan penggunaan biodiesel, sebagai salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan pada impor minyak mentah.

Penggunaan biodiesel juga dapat meningkatkan permintaan minyak sawit di dalam negeri.

Presiden Jokowi mengatakan penggunaan biodiesel B20 secara konsisten dapat menghemat anggaran negara sebesar 5,5 miliar dolar AS atas impor bahan bakar minyak. (*)

Editor: Liston Damanik
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved