Inilah Fokus Pembangunan Lima Tahun ke Depan di Sumatera Menurut Bambang Brodjonegoro

Sumut akan melakukan transformasi dari daerah yang tergantung kepada komoditas menjadi daerah yang berorientasi kepada pengolahan

Inilah Fokus Pembangunan Lima Tahun ke Depan di Sumatera Menurut Bambang Brodjonegoro
Tribun Medan / Natalin
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro menjabarkan fokus pembangunan lima tahun ke depan di Hotel Adimulia Medan, Selasa (13/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kementerian PPN (Perencanaan Pembangunan Nasional)/Bappenas (Badan Perencanaan Pembangunan Nasional) menyiapkan rancangan awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) secara buttom up sebagai penjabaran visi, misi dan program Presiden ke dalam strategi pembangunan nasional, kebijakan umum, program prioritas Presiden serta kerangka ekonomi makro dan kebijakan fiskal.

Guna koordinasi penyusunan RPJMN 2020-2024 Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan rangkaian konsultasi regional per pulau besar. Tujuan konsultasi regional tersebut adalah untuk menyelaraskan target agenda pembangunan nasional dengan pembangunan daerah per pulau besar. Kota Medan menjadi lokasi penyelenggaraan konsultasi regional untuk Pulau Sumatera.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan sesuai dengan arahan Presiden Jokowi dalam lima tahun ke depan pekerjaan besar yang masih akan dilakukan adalah pembangunan infrastruktur dengan menyambungkan infrastruktur besar dengan kawasan-kawasan produksi rakyat, kawasan indutri kecil, kawasan ekonomi khusus kawasan pariwisata, kawasan persawahan, kawasan perkebunan.

Selain itu, pembangunan SDM (Sumber Daya Manusia) dengan menjamin kesehatan ibu hamil, kesehatan bayi, kesehatan balita, kesehatan anak sekolah, penurunan stunting-kematian ibu-kematian bayi, peningkatan kualitas pendidikan, vokali, membangun lembaga manajemen talenta Indonesia, dan dukungan bagi diaspora bertalenta tinggi.

"Kita juga mendorong investasi, dengan mengundang investasi seluas luasnya untuk membuka lapangan pekerjaan, memangkas perizinan, pungli dan hambatan investasi lainnya," ucap Bambang di Hotel Adimulia Medan, Selasa 13/8/2019).

Ia menjelaskan reformasi birokrasi berupa reformasi struktural agar lembaga semakin sederhana, semakin simple, semakin lincah, mindset berubah, kecepatan melayani, kecepatan memberikan izin, efisiensi lembaga. Serta, penggunaan APBN, dengan menjamin pengguna APBN yang fokus dan tepat sasaran, memastikan setiap rupiah dari APBN memiliki manfaat ekonomi memberikan manfaat untuk rakyat, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"APBN ini bisa dibilang besar dan bisa dibilang kecil. APBN sekarang itu Rp 2500 triliun dan  jumlah yang besar. Tapi kita tidak boleh lupa, Rp 2500 triliun itu tidak banyak karena banyak belanja yang sudah terikat apakah belanja rutin, apakah transfer ke daerah dan juga pada kebutuhan lain yang memang sudah bisa dihilangkan. Sehingga yang namanya ruang fiskal itu menjadi relatif terbatas. Makanya bapak ibu yang ada di daerah harus bisa memanfaatkan transfer yang diberikan setiap tahun yang jumlahnya makin lama makin  besar. Dengan dana yang terbatas setiap rupiah harus memberikan manfaat kepada masyarakat dan bisa bagaimana manfaatkan dana itu bisa tercipta dari pola belanja bapak ibu di daerah," ujar Bambang.

Dikatakannya dengan konsep birokrasi melayani, maka APBN akan tepat sasaran dan tepat guna. "Selain itu, jangan sampai APBD dipenuhi biaya operasional dari pemerintahaan daerah itu sendiri. Upayakan pengeluaran yang efisien sehingga APBD lebih banyak manfaatnya untuk pembangunan daerah," tambahnya.

Meskipun begitu, diakui Bambang pertumbuhan ekonomi cenderung menurun di  tingkat nasional. "Kenyaataan yang tidak mudah, pertumbuhan ekonomi kita cenderung menurun di tingkat nasional. Dalam 50 tahun ini tren pertumbuhan ekonomi menurun," ucapnya.

Ia mengatakan Tahun 1968hingga 1979 rata rata pertumbuhan ekonomi per tahun yakni 7,5 persen, sebab sebelum tahun 1968 basis ekonomi masih sangat rendah sehingga segala perbaikan itu masih langsung memberikan pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

Halaman
123
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved