Kasihan, Bocah Pengemis Dituduh Mencuri Uang Rp8000 Milik Pedagang Pasar Kampung Lalang

Bocah berusia 7 tahun dituduh melakukan pencurian uang di Pasar Kampung Lalang, pada Senin (12/8/2019) sore.

Kasihan, Bocah Pengemis Dituduh Mencuri Uang Rp8000 Milik Pedagang Pasar Kampung Lalang
ho
Bocah yang mengenakan jaket bertuliskan Indonesia saat berada di Polsek Sunggal kemarin untuk dimintai keterangan, setelah ada salah seorang pedagang yang menuduhnya mencuri uang sebesar Rp 8 ribu rupiah. 

TRIBUN-MEDAN.com - Bocah berusia 7 tahun dituduh melakukan pencurian uang di Pasar Kampung Lalang, pada Senin (12/8/2019) sore.

Bocah perempuan yang mengenakan jaket bertuliskan punggung Indonesia itu, hanya bisa pasrah saat ada salah seorang pedagang menuduhnya mencuri uang sebesar Rp 8 ribu rupiah.

Kapolsek Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi membenarkan bahwa pada Senin (12/8/2019), pedagang di Pasar Lalang melapor ada mengamankan seorang diduga maling.

"Masyarakat melaporkan bocah berusia 7 tahun, yang diduga mencuri uang sebesar Rp 8 ribu milik salah seorang pedagang," kata Yasir, Selasa (13/8/2019).

Yasir menuturkan bahwa masyarakat di sekitar lokasi Pasar Lalang awalnya melaporkan bahwa ada diduga maling tertangkap.

Tak lama berselang, Polsek Sunggal menurunkan anggota menuju lokasi untuk menjemput yang diduga maling, berada di Kantor PD Pasar dan sudah diamankan.

"Ternyata yang diduga pelaku anak kecil. Terus kita minta yang mengaku korban datang ke Polsek bersama bocah perempuan yang diduga maling. Setelah kita tanya-tanya si anak, ternyata tidak cukup bukti kalau dirinya mencuri," tuturnya.

"Anak itu memang memiliki uang sebesar Rp 5 ribu yang ditaruhnya di kantong. Tapi itu bukan uang yang dicuri," sambungnya.

Yasir menjelaskan memang saat ibu pedagang itu kehilangan uang sebesar Rp 8 ribu, si anak perempuan sebut saja bunga kebetulan dekat lokasi.

"Tapi belum tentu si anak yang mencuri. Karena bukan tertangkap tangan dan tidak cukup bukti untuk dikatakan dia mencuri," beber Yasir.

Info si anak, lanjut Yasir uang sebesar Rp 5 ribu yang berada di kantongnya didapatkan dari hasil meminta-minta.

"Si anak ini berstatus yatim piatu, tadi malam sudah kita pulangkan kepada bibinya bernama Ina sekitar pukul 21.00 WIB," tuturnya.

"Sesuai dengan penanganan perkara anak dalam hukum, tadinya mau dilakukan Diversi, kalau itu cukup bukti. Tapi ternyata tidak cukup bukti, maka akhirnya dikembalikan kepada pihak keluarga," pungkas Yasir. (mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved