PTPN II Bersihkan Lahan, Cafe Flower Terancam Dibongkar

"Kalau bisa bongkar sendiri, lebih baik. Kalau enggak, ya kami yang bongkar," tegas Panjaitan.

PTPN II Bersihkan Lahan, Cafe Flower Terancam Dibongkar
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Cafe Flower di Binjai Selatan. 

TRIBUN-MEDAN.com - Cafe Flower yang berada di Desa Namorube Julu, Kutalimbaru, Deliserdang dan Galian C Tunggorono yang dikelola Eks Ketua OKP, ST termasuk dalam laham Hak Guna Usaha PT PTPN II.

Hal ini terkuak setelah PTPN II melakukan pembersihan lahan 674 Hektare yang dikawal ketat 485 aparat gabungan TNI-Polri, Selasa (13/8/2019).

Koordinator Humas PTPN II, Sutan Panjaitan sudah mengetahui adanya tanah berstatus HGU yang dikuasai masyarakat dengan membuka sebuah tempat hiburan malam Cafe Flower.

Ditegaskan oleh Sutan, bahwa bangunan Cafe Flower juga terancam akan dibersihkan dan ditertibkan.

"Kami harapkan selesai semua. Kami diskusi bagus-bagus dulu. Kalau bisa bongkar sendiri, lebih baik. Kalau enggak, ya kami yang bongkar," tegasnya.

ST yang saat ini buronan Polda Sumut telah ditetapkan tersangka Galian C dan dugaan pencucian uang setelah mengeruk tanah Galian C lebih kurang 5 hektare menjadi kubangan di Kelurahan Tunggurono. Tindakan ST telah melanggar hukum dengan maksud memperkaya diri sendiri tanpa hak dan hukum yang sah.

Plt Menejer Kebun Sei Semayang PTPN II, Romulus Abraham Sitompul membenarkan terkait status tanah yang digarap ST ketika PTPN II melakukan pembersihan lahan di Kelurahan Tunggurono, Binjai Timur.

Romulus mengaku telah mengetahui terkait kelakuan ST yang menggarap lahan PTPN II tanpa alas hak dan hukum.

Romulus bilang, PTPN II melalui Kebun Sei Semayang juga sudah melaporkan tindakan ST yang menyerobot dan mengeruk tanah negara tanpa hak ke Mapolres Binjai.

"Dari 2003, 2005, lengkap ada STPL-nya. Ada lengkap itu inventarisir (Laporan Polisi). Masih HGU itu. Pengadaan dari masyarakat banyak datang dan mengadu airnya kering," ujar dia.

Diakui Romulus, dalam kasus tindak pidana tertentu dugaan pertambangan ilegal dengan tersangka ST, pihak penyidik sudah pernah memanggilnya untuk dimintai keterangan di Mapolda Sumut.

"Selain saya, juga ada sekuriti yang dipanggil. Masih HGU lah itu," kata dia.

Cafe Flower semakin menjadi buah bibir apalagi setelah seorang pengunjung berinisial ATN (22) over dosis ekstasi di Cafe Flower, hingga meninggal dunia di RS Latersia, Jum'at (9/8/2019) dini hari.

Selain itu, ada juga kasus HR (15) yang overdosis dan dirudapaksa beberapa orang di Cafe Flower hingga menyebabkan trauma berat.

(dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved