PTPN II Mulai Bersihkan 674 Hektare Lahan Kebun Semayang, Dijaga Ratusan Aparat

PTPN II Kebun Sei Semayang mulai membersihkan lahan Hak Guna Usaha (HGU) seluas 674, 12 hektare di Kelurahan Tunggurono.

PTPN II Mulai Bersihkan 674 Hektare Lahan Kebun Semayang, Dijaga Ratusan Aparat
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Ratusan aparat gabungan TNI-Polri mengawal proses pembersihan lahan PTPN II di Kebun Semayang, Binjai Timur, Selasa (13/8/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com - PTPN II Kebun Sei Semayang mulai membersihkan lahan Hak Guna Usaha (HGU) seluas 674, 12 hektare di Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Kota Binjai, Selasa (13/8/2019).

Proses pembersihan lahan HGU PTPN II Rayon Tunggurono berlangsung sejak pagi hingga siang hari dengan dijaga 486 personel tim gabungan TNI-Polri.

Ratusan karyawan dan pekerja perkebunan dilengkapi empat alat berat eskavator dan 18 mesin garap.

Selama proses pembersihan lahan PT Perkebunan Nusantara II Rayon Tunggurono tidak ada aksi penolakan dari masyarakat sekitar atau penggarap yang mengelola lahan. Pembersihan berlangsung aman, lancar, dan tertib.

Koordinator Hubungan Masyarakat PT Perkebunan Nusantara II, Sutan Panjaitan menjelaskan bahwa pembersihan lahan dilakukan di areal tanam yang wilayahnya tertera dalam Sertifkat HGU Nomor: 54 dan 55, dengan masa berlaku hingga 2028.

Pembersihan lahan ditujukan terhadap areal HGU PTPN seluas 628,12 hektare di Kelurahan Tunggurono dan Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur.

Ini termasuk lahan di Desa Sialang Paku, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deliserdang, yang selama ini di antaranya juga digarap menjadi usaha Diskotek CF dan tanaman kebun.

Kebun Semayang, Binjai Timur.
Kebun Semayang, Binjai Timur. (Tribun Medan/Dedy Kurniawan)

"Kami targetkan proses pembersihan lahan ini cepat selesai dan aman. Sehingga di akhir 2019 ini, tidak ada lagi lahan HGU PTPN II yang digarap masyarakat, tanpa hak" kata Sutan, didampingi Kuasa hukum PTPN II, Sastra.

Sutan mengatakan, pembersihan lahan HGU PT Perkebunan Nusantara II Rayon Tunggurono sudah sesuai aturan.

PTPN II juga sudah memberikan tali asih atau ganti rugi kerusakan tanaman kepada lebih dari 20 masyarakat penggarap, dengan nominal Rp 2 juta per hektare.

"Sejauh ini, luas lahan garapan yang sudah rampung tahap penyelesaian ganti rugi tanamannya berkisar antara 50 hingga 60 hektare. Itu pun akan terus bertambah secara bertahap, karena proses pemberian tali asih masih berlanjut," jelasnya.

Lahan HGU PTPN II yang sudah selesai dibersihkan akan ditanami tebu.

Kapolres Binjai AKBP Nugroho Tri Nuryanto, mengatakan pihaknya mengerahkan 485 personel keamanan gabungan TNI-Polri. Operasi pengamanan ini dilakukan dengan berpedoman pada Surat Perintah Kapolda Sumatera Utara, Nomor: SPRINT/1753/VIII/PAM.3.2./2019 tanggal 12 Agustus 2019, dengan masa operasi selama satu pekan, terhitung sejak 13 Agustus hingga 20 Agustus.

Kepada personel yang mengawal, AKBP Nugroho Tri Nuryanto menginstruksikan seluruh personel yang dilibatkan agar mengedepankan upaya persuasif, demi mencegah terjadinya bentrokan fisik dengan masyarakat atau penggarap.

"Intinya kami tetap meminta seluruh personel agar melaksanaan operasi pengamanan pembersihan lahan HGU PTPN II dengan optimal dan tetap berada pada satu komando. Kepada perwira pengendali agar bertanggungjawab dan waspada pada proses pembersihan lahan," pungkas AKBP Nugroho Tri Nuryanto. (dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved