Wakil Ketua DPRD Siantar Minta Wali Kota Hefriansyah Banyak Belajar Soal Aturan

Anggota DPRD Siantar menolak usulan Walikota Hefriansyah untuk pejabat yang mengisi jabatan Sekretaris DPRD (Sekwan).

Wakil Ketua DPRD Siantar Minta Wali Kota Hefriansyah Banyak Belajar Soal Aturan
roy/tribun-medan.com
Mangatas Silalahi, Wakil Ketua DPRD Pematangsiantar. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Anggota DPRD Siantar menolak usulan Walikota Hefriansyah untuk pejabat yang mengisi jabatan Sekretaris DPRD (Sekwan).

Penolakan ini langsung disusul dengan menyurati Pemko Siantar untuk menyerahkan nama-nama yang lolos seleksi asesmen yang telah digelar oleh panitia seleksi.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Siantar Mangatas Silalahi, Selasa (13/8/2019). Mangatas menjelasan alasan menolak karena Walikota Hefriansyah hanya mengusulkan satu nama.

Menurut Mangatas, wali kota tidak mengerti peraturan dan terlihat arogan untuk mengatur setiap pergantian pejabat.

"Dia tidak mengerti peraturan. Dalam pemilihan Sekwan itu 50 persen wewenang DPRD dan 50 persen wewenang wali kota. Ini hanya menyerahkan satu nama. Seperti sedang menodong namanya," ujarnya.

Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor saat ditemui di Polda Sumut, dalam pemeriksaan kedua terhadap dirinya soal kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pematangsiantar.
Wali Kota Siantar Hefriansyah Noor saat ditemui di Polda Sumut, dalam pemeriksaan kedua terhadap dirinya soal kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pematangsiantar. (TRIBUN MEDAN /M Andimaz Kahfi)

Politisi Golkar ini mengungkapkan Wali Kota Hefriansyah menyodorkan nama Eka Hendra yang pernah menjabat sebagai Sekwan di Kabupaten Simalungun.

Mangatas mengimbau Hefriansyah untuk memahami UU No or 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah. Calon yang diusulkan ke DPRD tidak boleh hanya satu nama.

Ia mengatakan Wali Kota harus mengusulkan tiga agar menjadi pertimbangan.

Anehnya, kata Mangatas, Wali Kota Hefriansyah tidak menunjukkan nama-nama yang lulus. Bahkan, usulan yang dibawa tanpa ada tanda-tangan dari Sekretaris Daerah Budi Utari Siregar.

"Kami minta wali kota transparan dengan mengumumkan nama nama calon yang lulus seleksi. Sampai sekarang kami belum menerima hasil nama seleksi. Hal itu mengungkapkan bahwa walikota siantar tidak mengerti tugas pokoknya. Jika walikota mengerti pasti dia akan tidak lakukan hal itu," katanya.

Halaman
12
Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved