Cara Baru Tangani Karhutla Riau, Kodam I/BB Akan Lemparkan Bola Air dari Hercules

Pangdam I/BB Mayjen TNI Sabrar Fadhillah menyampaikan bahwa kondisi terakhir karhutla yang terjadi Provinsi Riau cukup memprihatinkan.

Tayang:
Penulis: Alija Magribi |
Tribun Medan/Alija Magribi
Pangdam I/BB Mayjen TNI Sabrar Fadhillah 

TRIBUN-MEDAN.com-Kodam I/Bukit Barisan mengatakan akan melemparkan bola air untuk menangani masalah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Wilayah Provinsi Riau.

Keterangan itu didapat usai Pangdam melakukan serah terima jabatan Kasdam I/BB di Balai Prajurit Makodam I/BB, Rabu (14/8/2019).

Pangdam I/BB Mayjen TNI Sabrar Fadhillah menyampaikan bahwa kondisi terakhir karhutla yang terjadi Provinsi Riau cukup memprihatinkan. Namun begitu kinerja jajarannya, khususnya Korem 031/Wirabima masih cukup baik meski masih ada asap yang membumbung di langit.

"Kami masih bekerjasama, ada Panglima TNI, Kapolri, Menteri Lingkungan Hidup dan Kebudayaan dan Kepala BNPB yang Alhamdulillah mengakui kinerja Korem 031/WB cukup baik hanya memang perlu penguatan lagi," ujar mantan Kapuspen TNI ini.

Pangdam I/BB menyampaikan TNI akan bekerja dengan nama nama instansi yang ia sebutkan bersama dengan pemerintah daerah setempat. Ia berujar bahwa faktor lain yang mendukung terjadinya Karhutla adalah musim kemarau.

Di Riau, Imbuh Pangdam, belum pernah turun hujan selama sebulan setengah. Dengan demikian tingkat panas di sana sangat tinggi. Alhasil Kodam I/BB juga mendapat bantuan dari komando atas.

"Bantuan tersebut antara lain yaitu bantuan hukum dari Kapolri, dan dari Panglima TNI ada bantuan yaitu alat yang dikonsep baru. Alat tersebut adalah bola bola air yang diterjunkan (diturunkan) ke lokasi kebakaran dari pesawat Hercules. Berbeda dengan helikopter yang hanya sekali kerja," katanya.

Bola-bola air tersebut dinilai lebih efektif sebab akan dimuat di dalam Pesawat Hercules dengan daya tampung yang lebih banyak, yaitu sekitar 10 Ton air, jika dibanding dengan waterboombing dari Helikopeter yang hanya mampu mengangkut 1-2 ton Air.

"Ini adalah komitmen pusat. Menteri LHK juga akan melihat lebih jauh kembali masalah masalah di sana untuk melihat kembali aturan aturan soal lingkungan hidup yang perlu diperkuat lagi," pungkas alumnus Akmil 1988 ini.

(cr15/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved