Digugat Mahasiswa di PTUN, Begini Tanggapan Rektor USU

Kuasa Hukum Rektor USU, Bachtiar Hamzah langsung memberikan jawaban kepada majelis Hakim yang diketuai Budiamin Rodding.

Digugat Mahasiswa di PTUN, Begini Tanggapan Rektor USU
Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof. Runtung Sitepu 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kuasa Hukum Rektor USU langsung menolak isi dalil gugatan Lembaga Pers Mahasiswa Suara USU di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Rabu (14/8/2019).

Usai pihak kuasa hukum penggugat (Suara USU) membacakan apa yang menjadi tuntutannya.

Kuasa Hukum Rektor USU, Bachtiar Hamzah langsung memberikan jawaban kepada majelis Hakim yang diketuai Budiamin Rodding.

Dalam inti kesimpulannya, Rektor USU menolak seluruh gugatan yang dilayangkan oleh Suara USU.

Bachtiar menjelaskan bahwa terdapat 4 poin yang membuat pihaknya menolak, pertama karena gugatannya tidak memenuhi syarat ketentuan pasal UU No 30 tahun 2014.

"Pihak penggugat sebelum mengajukan perkara ini ke pengadilan PTUN Medan telah melakukan upaya administratif itu inti pokoknya. Dengan dasar pasal 75 76 77 78 UU No 30 tahun 2014 itu administratif pemerintahan. Menurut hemat kami itu waktu dan cara dia mengajukan upaya mana diajukan tidak memenuhi syarat yang di tetapkan oleh pasal-pasal yang kami sebutkan tadi," jelasnya seusai sidang.

Sidang gugatan Lembaga Pers Mahasiswa Suara USU versus RektorĀ  Universitas Sumatera Utara (USU) akhirnya berlangsung di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Rabu (14/8/2019).
Sidang gugatan Lembaga Pers Mahasiswa Suara USU versus Rektor  Universitas Sumatera Utara (USU) akhirnya berlangsung di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan, Rabu (14/8/2019). (Tribun Medan / Victory)

Selanjutnya ia menerangkan bahwa tenggang waktu penggugat mengajukan gugatan ke pengadilan telah kadaluarsa.

"Yang kedua bahwa ada ketentuan yang dapat mengajukan gugatan itu waktu 90 hari itu pasal 53 UU no 9 tahun 2004. Terhitung sejak diterimanya SK pemecatan itu tanggal 25 maret, diterima penggugat satu itu 26 Maret maka berakhir tanggal 26 Juni bukan Juli. Sementara yang bersangkutan mengajukan gugatan 5 juli," jelas Bachtiar.

Ia bahkan menerangkan bahwa status penggugat Yael Stefany Sinaga sebagai Pemimpin Umum SUARA USU adalah salah kaprah.

"Yang ketiga bahwa dia menggugat, itu dia tidak sebagai pemimpin lagi tapi mantan pemimpin. Sementara dalam gugatan itu dia sebut sebagai pemimpin, bagaimana dia menyebutkan punya kepentingan terhadap objek sengketa sementara dia pemimpin," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved