Repositori Unimed Duduki Peringkat 109 Dunia, Terindeks sebanyak 26.300 karya

Unimed menduduki peringkat 109 dunia dalam perangkingan institutional repositori webometrics indexing google scholar pada Juli 2019.

Repositori Unimed Duduki Peringkat 109 Dunia, Terindeks sebanyak 26.300 karya
HO
Digital Library Unimed 

TRIBUN-MEDAN.com - Universitas Negeri Medan (Unimed) menduduki peringkat 109 dunia dalam perangkingan institutional repositori webometrics indexing google scholar pada Juli 2019. 

Repositori Unimed merupakan platform yang dikelola oleh Digital Library Unimed menampung semua terbitan ilmiah Unimed yang sebelumnya sudah dipublikasikan secara resmi.

Rektor Unimed Prof. Dr. Syawal Gultom, mengaku bangga atas pengakuan dunia untuk repositori Digital Library Unimed.

“Alhamdulilah, Unimed menduduki peringkat ke 109 Dunia untuk repositori institusi terindeks googlescholar. Pencapaian ini harus kita tingkatkan,” ujarnya, Rabu (14/8/2019).

Ia menjelaskan, tidak hanya dalam hal publikasi, tetapi juga dalan penulisan karya ilmiah serta penelitian dosen dan mahasiswa.

“Semoga ini menjadi motivasi kita bersama dan komitmen dalam mewujudkan visi Unimed dan mewujudkan kampus kita menjadi world-class university,” jelasnya.

Ia menerangkan, pengakuan dunia tersebut harus menjadi semangat untuk memperbaiki sistem publikasi ilmiah untuk repositori digital library. Perpustakaan Unimed harus mampu menjadi media publikasi aktual bagi karya civitas, baik karya dosen dan mahasiswa. 

“Semua karya ilmiah dalam bentuk skripsi, tesis, disertasi, hasil penelitian dan pengabdian dosen harus terpublikasi baik di repositori perpustakaan Unimed. Sehingga akan bermanfaan baik bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan menjadi rujukan masyarakat umum dalam kehidupannya,” terangnya.

“Repositori adalah kumpulan karya ilmiah civitas yg dipublikasikan secara online dan telah di index oleh Google Scholar, saat ini publikasi Unimed terindeks sebanyak 26.300 karya,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, Google Scholar adalah layanan yang memungkinkan pengguna malakukan pencarian materi-materi pelajaran berupa teks dalam berbagai format publikasi. Diluncurkan pada tahun 2004, indeks Google Scholar mencakup jurnal-jurnal online dari  publikasi ilmiah. 

“Google Sholar menyediakan cara yang mudah untuk mencari literatur akademis secara luas. Seseorang dapat mencari di seluruh bidang ilmu dan referensi dari satu tempat: makalah peer-reviewed, thesis, buku, abstrak, dan artikel, dari penerbit akademis,  komunitas profesional, pusat data pracetak, universitas, dan organisasi akademis lainnya,” ungkapnya.

Ia mengatakan, Google Scholar akan membantu seseorang mengidentifikasi penelitian paling relevan dari seluruh penelitian akademis. (pra/tribun-medan.com)

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved