Selama 2 Tahun Polda Sumut Tangani 27 Kasus Uang Palsu, Upal Dipakai di Rumah Makan sampai Bayar Tol

Penyelesaian perkara sebesar 24 kasus dan tiga kasus masih dalam tahap penyidikan.

Selama 2 Tahun Polda Sumut Tangani 27 Kasus Uang Palsu, Upal Dipakai di Rumah Makan sampai Bayar Tol
Tribun Medan/M Andimaz Kahfi
Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto 

TRIBUN-MEDAN.com - Dalam memerangi kasus peredaran uang palsu, Polda Sumatera Utara dan jajaran telah melakukan penanganan kasus uang rupiah palsu (Upal) sebanyak 27 kasus.

Kasus itu ditangani dalam periode tahun 2017 sampai 2019, dengan penyelesaian perkara sebesar 24 kasus dan tiga kasus masih dalam tahap penyidikan.

Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto mengatakan bahwa peredaran uang palsu bukan untuk narkoba, tapi memang pelaku sepesialis pengedar uang palsu.

“Mereka merupakan jaringan daripada pengedaran uang palsu,” kata Agus di Mapolda Sumut, Rabu (14/8/2019).

“Dari 27 kasus, 24 sudah diselesaikan dan tiga masih dalam tahap penyelidikan,” sambungnya.

Agus menjelaskan bahwa para pengedar uang palsu melancarkan berbagai cara agar uang palsu mereka bisa didistribusi ke masyarakat.

Seperti menggunakan modus pura-pura membeli di warung dan membayarkan menggunakan uang palsu, lalu uang palsu untuk membayar biaya tol dan lain sebagainya.

“Jadi, modus-modus yang biasa digunakan para pelaku utamanya dilakukan pada malam hari,” ujarnya.

“Untuk mengelabui korban, uang sengaja sudah dibuat kusut oleh para pelaku. Saat dilihat dan tidak hati-hati, maka uang akan beredar di masyarakat,” ungkap Agus. (mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved