CAS Diharapkan Mampu Tekan Inflasi Kota Medan

Angka inflasi Kota Medan yang mencapai 0,92 % terhitung Juli 2019 ternyata kontribusi terbesarnya berasal dari cabai

CAS Diharapkan Mampu Tekan Inflasi Kota Medan
TRIBUN MEDAN/HO
Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi ketika memimpin rapat Pengendalian Harga Komoditi Nasional Berbasis Teknologi di Balai Kota Medan, Selasa (13/8/2019). 

MEDAN.TRIBUNNEWS.com, MEDAN - Angka inflasi Kota Medan yang mencapai 0,92 % terhitung Juli 2019 ternyata kontribusi terbesarnya berasal dari cabai. Guna menekan laju inflasi yang dikhawatirkan terus merangkak naik, perlu adanya langkah konkrit serta sinkronisasi seluruh stakeholder terkait dalam mencegah hal tersebut. Dengan demikian, masyarakat tetap dapat menjangkau berbagai kebutuhan pokok sehari-hari serta menghindari kerugian bagi para petani.

Demikian disampaikan Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Wakil Wali Kota Ir H Akhyar Nasution MSi ketika memimpin rapat Pengendalian Harga Komoditi Nasional Berbasis Teknologi di Balai Kota Medan, Selasa (13/8/2019). Rapat ini juga diikuti PT Pura Group selaku pihak yang akan bekerja sama dengan Pemko Medan dalam menyediakan alat berupa mesin Controlled Atmoshpere Storage (CAS).

Wakil Wali Kota berharap, kehadiran CAS dapat menjadi salah satu solusi menekan inflasi di Kota Medan. “Kita berharap kehadiran CAS nantinya diharapkan dapat membantu Pemko Medan menekan angka inflasi Kota Medan. Di samping itu langkah ini kita ambil agar masyarakat tetap dapat menjangkau bahan kebutuhannya sehari-hari,” kata Wakil Wali Kota.

Didampingi Ekbang Setdako Medan Khairul Syahnan, Wakil Wali Kota mengungkapkan, CAS memiliki fungsi untuk menyimpan jenis komoditas yang tidak bertahan lama seperti komoditi cabai dan bawang. Namun lama berada dalam mesin tetapi tidak akan mengurangi mutu dan kualitas barang. Oleh karenanya, Pemko Medan pun menyambut baik kehadiran CAS sebagai upaya menekan angka inflasi menggunakan teknologi.

‘’Semoga CAS nantinya benar-benar mampu membantu Pemko Medan dalam menstabilkan serta menekan angka inflasi. Apalagi mesin CAS tersebut tidak membuat mutu dan kualitas bahan pokok yang disimpan menjadi berkurang meski dalam jangka waktu tertentu,” kata Wakil Wali Kota.

Di hadapan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sumut Wiwiek Sisto Widayat, Kadis Perdagangan Kota Medan Dammikrot, Kadis Ketahanan dan Pangan (Ketapang) Emilia Lubis serta sejumlah perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemko Medan, Wakil Wali Kota mengatakan, selain membantu masyarakat, kehadiran CAS juga diharapkan dapat membantu para agar tidak merugi.

“Setiap langkah dan upaya yang diambil harus tepat guna dan sasaran, serta  jelas peruntukkannya agar tidak sia-sia. Terlebih hal ini menyangkut hajat hidup orang banyak,’’ kata Wakil Wali Kota.

Sementara itu Agung Subani selaku General Manager PT Pura Group menjabarkan, mesin CAS merupakan sebuah mesin bertekhnologi tinggi yang mampu menyimpan bahan pokok yang rentan rusak maupun busuk seperti cabai dan bawang selama 3-6 bulan. Dijelaskannya, CAS dipadukan dengan tekhnologi pendingin (refrigerator), pengontrol RH O, CoN serta Ethylene yang dapat membuat bahan pokok tetap terjaga kondisi, mutu dan kualitasnya.

‘’Kami berharap mesin CAS dapat membantu Pemko Medan dalam menghadapi dan menyikapi angka inflasi Kota Medan. Apalagi CAS mampu menyimpan bahan pokok selama kurun waktu 3-6 bulan. Semoga CAS ini memberi manfaat bagi kita semua khususnya masyarakat dan petani sehingga tidak ada yang dirugikan,’’ papar Agung. (EMS)

Editor: Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved