Pemkab Langkat Kerahkan Posyandu dan Penyuluh Agama Tekan Angka Stunting

Pemkab Langkat membentuk Tim Koordinasi Penurunan Stunting untuk menurunkan angka stunting.

Pemkab Langkat Kerahkan Posyandu dan Penyuluh Agama Tekan Angka Stunting
Tribun Medan/Dedy Kurniawan
Ibu-ibu PKK Pemkab Langkat cek kesehatan balita demi program menekan angka stunting di Pemkab Langkat, Kamis (15/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Pemkab Langkat membentuk Tim Koordinasi Penurunan Stunting untuk menurunkan angka stunting.

"Dalam penurunan stunting, Kepala Bappeda Sujarno selaku Ketua Tim Koordinasi diharapkan dapat mengolaborasikan berbagai program OPD secara terintegrasi," kata Sekda Langkat dr H Indra Salahuddin, Kamis (15/8/2019).

Kata Sekda, pada 31 Juli 2019, Pemkab Langkat telah menetapkan Peraturan Bupati (Perbu) No: 32 tahun 2019 tentang peran pemerintah desa dalam Konvergebsu Pencegahan Stunting, dengan memfokuskan pencegahan stunting di 23 Kecamatan.

Perbup ini sebagai aksi keempat dari penerapan aksi yang sesuai dengan pedoman Kementrian Perencanaan Pembangunan Kepaka Bappenas. Ini juga implementasi hasil Rakornas oleh TNP2K di bawah Sekretariat Negara Wapres.

"Sebelumnya aksi pertama yaitu menganalisis program penurunan stunting, yang kedua menyusun rekcana kegiatan dan ketiga rembuk stunting. Semua aksi ini telah dilaksanakan oleh Pemkab Langkat, " sebutnya.

Berdasarkan Perbu maka pelaksanaan intervensi spesifik dilakukan oleh Dinas Kesehatan, sementara pelaksanaan intervensi sensitif dilakukan oleh OPD terkait di bawah Koordinasi Bappeda Langkat.

Analis Pemkab Langkat sejauh ini, Kadis Kesehatan dr. Sadikun Winato menjelaskan, bahwa di antara penyebab stunting yakni perkawinan usia dini di bawah 17 tahun, faktor lingkungan sanitasi dan air bersih, jamban keluarga, serta asupan gizi bayi.

"Selain itu, faktor kemiskinan, kultur budaya dan perilaku ibu bayi yang tidak membawa anaknya ke posyandu atau tidak meriksa kandungannya ke Puskesmas jadi salah satu penyebab stunting, " jelasnya.

Kepala Bappeda Langkat, Sujarno mengatakan, penanganan stunting juga sudah dimasukan dalam RPJMD Kabupaten Langkat 2019-2024. Hal ini dituangkan dalam program peningkatan derajat kesehatan yang masuk dalam komponen IPM (Indek Pembangunan Manusia).

"Dalam melakukan intervensi spesifik tersebut aparat kesehatan bekerjasama dengan kolompok kader Posyandu, TP PKK Langkat, kaum ibu perwiritan dan pengajian, serta melibatkan penyuluh agama," pungkasnya. (dyk/tribun-medan.com)

Penulis: Dedy Kurniawan
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved