Polisi Nilai Pelajar yang Mengamuk saat Razia di Jl Brigjen Katamso Hanya Cari Sensasi

Kanit Lantas Polsek Medan Kota Iptu AW Nasution angkat bicara angkat bicara tentang video siswa SMK mengamuk saat razia.

Polisi Nilai Pelajar yang Mengamuk saat Razia di Jl Brigjen Katamso Hanya Cari Sensasi
Tribun Medan
Siswa SMK ngamuk ditilang polantas viral di medsos. 

TRIBUN-MEDAN.com - Viralnya video anak SMK Negeri 7, Mk, yang mengamuk saat personel Lantas Polsek Medan Kota melakukan razia di Jalan Brigjen Katamso membuat Kanit Lantas Polsek Medan Kota Iptu AW Nasution angkat bicara.

"Anak tersebut hanya mencari sensasi saja. Karena menurut penuturannya, ia sering melihat YouTube dan instagram biar terkenal buat hal semacam itu saat petugas sedang melakukan razia,"kata Iptu AW Nasution saat dijumpai di Polsek Medan Kota, Kamis (15/8/2019).

Ia menceritakan kejadian berawal ketika personel unit Lantas Polsek Medan Kota melihat anak sekolah di seberang jalan tempat unit lantas Polsek Medan Kota melakukan razia tepatnya di Jalan Brigjen Katamso dari arah Jalan Pelangi mengarah ke Kampung Baru.

Kemudian, kata AW, anak tersebut yang diketahui bernama Mikael berhenti sambil menelpon dan melihat ke arah razia yang dilakukan personel unit lantas Polsek Medan Kota.

"Kami tidak tahu yang bersangkutan menelpon siapa dan kami abaikan saja,"ujarnya.

Tidak berselang lama, kata AW Nasution, anak tersebut langsung bertanya kepada dirinya mengenai surat razianya.

Kanit Lantas Polsek Medan Kota Iptu AW Nasution saat dijumpai di Polsek Medan Kota, Kamis (15/8/2019).
Kanit Lantas Polsek Medan Kota Iptu AW Nasution saat dijumpai di Polsek Medan Kota, Kamis (15/8/2019). (Tribun Medan/Sofyan Akbar)

"Dan saya menjawab ini. Sambil menunjukkan sprint (surat perintah tugas) kepada anak tersebut. Lantas anak tersebut bertanya lagi, mana plang razianya, kemudian saya menunjukkan plang razianya," terang orang nomor satu di unit lantas Polsek Medan Kota ini.

Kata AW Nasution, anak tersebut semakin berceloteh dan mengatakan kalau razia plangnya harus 50 meter sebelum razia.

Melihat hal tersebut, Brigadir Yudi mendatangi Mikael dan menanyakan SIM serta STNK yang ternyata tidak ada.

Kemudian Brigadir Yudi langsung mendorong motornya untuk ditilang. Namun, anak tersebut tidak mau memberikan motornya sambil meronta-ronta.

"Karena hal itulah, video itu sempat viral. Makanya di sini saya jelaskan kepada kawan-kawan kejadian yang sebenarnya. Bahwa, kami tidak ada melakukan penilangan kepada anak tersebut. Cuma anak itu yang berhenti sendiri dan membuat sensasi dengan meronta-ronta saat kami melakukan razia," terangnya.

(akb/tribun-medan.com)

Penulis: Sofyan Akbar
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved