Polres Labuhanbatu Menyita Ribuan Slop Rokok Tanpa Cukai

"Tentunya didalami terlebih dahulu, biasanya kasus ini menggunakan modus dengan konsep jaringan terputus," kata Daru Anggoro.

Polres Labuhanbatu Menyita Ribuan Slop Rokok Tanpa Cukai
HO
Polres Labuhanbatu menunjukkan ribuan ribuan slop rokok tanpa cukai. 

TRIBUN-MEDAN.com - Polres Labuhanbatu mengamankan satu unit Truck jenis Colt Diesel BK 9412 CQ, di Jalan H Adam Malik By Pass, Kelurahan Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu, Selasa (13/8/2019) sekitar pukul 09.00 WIB.

Dua hari berselang, sebanyak 4.000 Slop rokok jenis Luffman tanpa izin (Cukai) diserahkan Polres Labuhanbatu kepada pihak Bea Cukai Teluk Nibung, Tanjung Balai, di halaman Mapolres setempat.

"Hari ini juga, hasil penindakan sebanyak 80 kotak besar atau setara 4.000 Slop rokok merk Luffman, akan kita serahkan ke Bea Cukai," kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Frido Situmorang SH,SIK, didampingi Kasat Reskrim AKP Jama Kita Purba, Kamis (15/8/2019) sore.

Menurut Kapolres, kasus yang disangkakan melanggar Pasal 54 Undang- undang nomor 39 Tahun 2007 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 1995 tentang Cukai inipun, kini berada dalam domain instansi terkait.

"Setelah kita serahkan bersama 2 orang saksi yakni sopir truk, nanti akan ditindaklanjuti di bea cukai. Namun demikian, apabila masih ada laporan serupa, kita tetap terus melalukan penindakan," tegas Frido.

Atas penangkapan itu, diamakankan dua orang saksi yang telah diperiksa, mengaku sebagai Sopir dan kernek yakni, Yusmin (43), warga Jalan KH Agus Salim Lingkungan VIII Teladan Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan, dan Tedy Lazuardi Syahputra (32), warga Desa Perjuangan Kecamatan Sungai Bale Kabupaten Batubara.

Mereka terjaring akibat adanya razia rutin pihak Satlantas Polres Labuhanbatu di lokasi. Pengemudi truk yang bermuatan rokok tanpa pita cukai tersebut tidak bisa memperlihatkan dokumen resmi atas barang yang di angkut.

Kepala Seksi Penindakan dan penyidikan Bea Cukai Teluk Nibung-Tanjung Balai, Daru Anggoro, ketika menerima hasil tangkapan Polres Labuhanbatu tanpa cukai mengemukakan, pihaknya akan mengembangkan kasus tersebut.

"Tentunya didalami terlebih dahulu, biasanya kasus ini menggunakan modus dengan konsep jaringan terputus," sebutnya.

"Kita pelajari, dan akan tindak sesuai undang-undang yang berlaku. Apabila tidak ada juga hasilnya, barang bukti akan kita musnahkan," jelas Anggoro. (mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved