PT Adhi Karya-PT Citra Marga Nusaphala Persada Pelaksana Proyek Jalan Tol Dalam Kota Medan

Dua perusahaan swasta itu akan menggelontorkan dana investasi sebesar Rp15 triliun untuk proyek ini.

PT Adhi Karya-PT Citra Marga Nusaphala Persada Pelaksana Proyek Jalan Tol Dalam Kota Medan
Tribun Medan/M Andimaz Kahfi
Pencanangan pelaksanaan studi kelayakan pengusahaan Jalan Tol dalam Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com - PT Adhi Karya Tbk. dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. dipilih pemerintah untuk melaksanakan proyek pengadaan infrastruktur jalan tol dalam kota di Medan, Sumatera Utara.

Dua perusahaan swasta itu akan menggelontorkan dana investasi sebesar Rp15 triliun untuk proyek tersebut.

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum, Kementerian PUPR Eko Djoeli Heripoerwanto mengatakan, pemerintah menggandeng dua perusahaan swasta itu untuk mempercepat proyek tersebut.

"Seperti kita ketahui, dana pemerintah tidak cukup untuk membiayai seluruh proyek infrastruktur yang ada," kata Eko, Kamis (15/8/2019).

Adapun rencana pembangunan jalan tol sepanjang 30,97 km itu diprakarsai oleh PT Marga Nusaphala Persada Tbk. dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

Nota kesepahaman pembangunan jalan tol ini sebelumnya antara Pemprov Sumut, Pemko Medan dan Pemkab Deliserdang dengan Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. Tito Sulistio dan Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk. Budi Harto pada Maret lalu.

"Ini proyek prakarsa swasta. Badan usaha swasta mengusulkan kepada kami. Kemudian Kementerian PUPR mengevaluasi dan membahasnya. Sudah disetujui," sebutnya.

Khusus di Sumut, lanjut Eko setidaknya ada tiga ruas tol yang menggunakan skema KPBU (kerja sama pemerintah dan badan usaha), yakni jalan tol Kualatanjung-Tebingtinggi-Parapat dengan status saat ini dalam tahap pelaksanaan konstruksi.

Kemudian ruas tol Binjai-Medan-Kualanamu yang sebagian sudah bisa digunakan, serta ruas tol Belawan-Medan-Tanjungmorawa yang sudah lama beroperasi.

"Sebagian besar tol yang dibangun dalam dua atau tiga tahun terakhir ini memang menggunakan skema KPBU," jelas Eko.

Untuk diketahui, proyek tol dalam kota di Medan ini akan dibagi dalam tiga seksi yakni Seksi I Helvetia - Titikuning sepanjang 14,28 km, Seksi II Titikuning - Pulobrayan sepanjang 12,44 km, dan Seksi III Titikuning - Amplas sepanjang 4,25 km.

Pemerintah Sumatera Utara memasang target optimistis dalam proyek yang sudah memasuki tahap studi kelayakan ini.

Paling tidak, proses konstruksi sudah mulai jalan pada awal 2021 yang akan datang.

Lewat skema KPBU ini, pemerintah tinggal memastikan kesiapan proyek, besaran investasi, model kerja sama dan masa konsesi dengan pihak swasta tersebut. (mak/tribun-medan.com)

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved