Studi Kelayakan Jalan Tol dalam Kota Butuh Waktu 10 Bulan, Proyek Jalan 1,5 Tahun Lagi

Rencana pembangunan jalan tol dalam Kota Medan sepanjang sekitar 30 km, sudah masuk tahap baru, yaitu studi kelayakan.

Studi Kelayakan Jalan Tol dalam Kota Butuh Waktu 10 Bulan, Proyek Jalan 1,5 Tahun Lagi
Tribun Medan/Satia
Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Eko D Heripoerwanto bersama dengan Gubernur Edy Rahmayadi hadir pada Pencanangan pelaksanaan studi kelayakan jalan tol dalam Kota Medan itu dilakukan di halaman Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Jalan AH Nasution, Kota Medan, Kamis (15/8/2019). 

TRIBUN MEDAN.com-Rencana pembangunan jalan tol dalam Kota Medan sepanjang sekitar 30 km, sudah masuk tahap baru, yaitu studi kelayakan.

Pencanangan pelaksanaan studi kelayakan jalan tol dalam Kota Medan itu dilakukan di halaman Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura, Jalan AH Nasution, Kota Medan, Kamis (15/8/2019).

Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Eko Heripoerwanto, mengatakan, pihaknya sudah mendukung penuh rencana pembangunan tol dalam Kota Medan. Sekaitan dengan itu, Menteri PUPR sudah menerbitkan ijin prinsip.

Dalam hal studi kelayakan itu, kata Heripoerwanto, agar disiapkan paling lama 10 bulan. Selama dalam waktu studi kelayakan, Kementerian PUPR tidak akan memberikan ijin lain kepada pihak lain untuk hal yang sama.

Setelah studi kelayakan, masih ada lagi tahapan lainnya sampai ke tahap financial close hingga nantinya dimulai konstruksi.

"Dan kami membaca pikiran Pak Gubsu ini agar proyek ini segera berjalan," kata Heri Purwanto.

Pencanangan ditandai dengan penekanan sirine oleh Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Eko D Herypoerwanto, Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR, Sugiyartanto, bersama Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi.

Turut menekan sirine, Kepala Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian PUPR, Danang Parikesit, Anggota DPD RI, Parlindungan Purba serta Sekda Kota Medan, Wiriya Alrahman dan beberapa pejabat lainnya.

Hadir juga Kepala BBPJN II Medan Selamet Rasidi Simanjuntak, Kadis Bina Marga dan Bina Konstruksi Sumut, Effendy Pohan, Direktur QSHE dan Pengembangan PT Adi Karya (Persero) Tbk, Partha Sarathi dan Direktur Utama PT Citra Marga Nusapala Persada, Fitriya Yusuf.

Sementara itu, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, mengungkapkan mendesaknya pembangunan jalan tol dalam kota Medan itu. Hal itu karena Kota Medan sudah sangat padat kondisi arus lalu lintas yang menyebabkan macet sehari-hari.

Halaman
123
Penulis: Satia
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved