Terdakwa Penipuan Koperasi BNI Divonis Empat Tahun, Korban Histeris dan Cegat Mobil Tahanan

Lantaran terdakwa meludahi para korban, korban yang diketahui bernama Hotna langsung menghalangi mobil tahanan hingga setengah jam lamanya.

Terdakwa Penipuan Koperasi BNI Divonis Empat Tahun, Korban Histeris dan Cegat Mobil Tahanan
Tribun Medan / Tommy
Korban mencoba menghalangi mobil tahanan yang membawa terdakwa Rahmad di Pengadilan Kota Pematangsiantar, Kamis (15/8/2019) 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Sidang vonis kasus penipuan koperasi Bank Nasional Indonesia (BNI) dengan terdakwa Rahmad, berakhir dengan kericuhan di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, Kamis (15/8/2019).

Pasalnya, Majelis Hakim yang diketuai oleh Danar Dono dengan didampingi dua anggota hakimnya M Iqbal dan Simon C Sitorus, memvonis terdakwa selama 4 tahun penjara.

"Menyatakan terdakwa Rahmad telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana "penipuan" sebagaimana dimaksud dalam dakwaan pertama melanggar pasal 378 KUHP," ungkap Majelis hakim Danar Dono dalam vonisnya.

Mendengar vonis yang telah dibacakan oleh majelis hakim, salah satu korban penipuan Alvine boru Siagian langsung histeris dan tidak terima dengan vonis yang diberikan oleh majelis hakim.

"Tidak terima aku kalau dia (Rahmad) dihukum segitu (4 tahun), anakku gara gara dia putus kuliahnya, dia (Rahmad)nya yang menemui aku terus membujuk bujuk aku", teriaknya sembari meneteskan air matanya di dalam ruang sidang Kartika.

Tidak hanya sampai disitu saja, pada saat terdakwa hendak dimasukan ke dalam bus tahanan terdakwa sempat tarik tarikan dengan korban, hingga akhirnya Rahmad meludahi beberapa korban yang hendak menghalangi terdakwa masuk kedalam mobil bus tahanan.

Lantaran terdakwa meludahi para korban, korban yang diketahui bernama Hotna langsung menghalangi mobil tahanan hingga setengah jam lamanya.

Dikarenakan mereka tidak terima dengan perlakuan terdakwa meludahi para korban.

"Suruh si Rahmad itu turun, untuk minta maaf, karena kami sudah diludahi oleh dia, dan kami juga kecewa dengan putusan pengadilan ini,"teriaknya sembari menghalangi bus tahanan.

Pada tempat yang sama, salah satu pengacara korban Daulat Sihombing menyatakan kepada sejumlah awak media kalau putusan yang diberikan oleh majelis hakim uda putusan maksimal.

"Namun ditingkat penyidikan, kita akan mendorong terus pihak kepolisian mengungkap, terutama mantan kepala BNI cabang pematangsiantar kepada saudara Fahrul Rizal, karena hingga sekarang kasus ini belum kelar," ujar Daulat Sihombing.

Kata Daulat segera mendesak Kapolres Siantar untuk melakukan penangkapan kepada mantan kepala BNI, karena keterlibatannya dari mulai Agus hingga Rahmad sangat kongkrit.

Menurutnya, kalau Fahrul Rizal tertangkap akan membawa tersangka lainnya yang terduga terlibat diperkara ini baik itu pengurus dan pengawas koprasi BNI.

(tmy/tribun-medan.com).

Penulis: Tommy Simatupang
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved