Digital Tourism Bikin Biaya Pendakian Lebih Hemat, Pelaku Pariwisata Harus Ubah Konsep Bisnis

Ada ribuan hingga jutaan wisatawan milenial yang tersebar di Indonesia hingga seluruh penjuru dunia.

Digital Tourism Bikin Biaya Pendakian Lebih Hemat, Pelaku Pariwisata Harus Ubah Konsep Bisnis
TRIBUN MEDAN/RISKI CAHYADI
Antrean penumpang di counter check in pesawat di Bandara Kualanamu, Medan. Wisatawan saat ini membeli tiket pesawat tidak lagi lewat agen tiket, mayoritas sudah menggunakan aplikasi online. 

TRIBUN-MEDAN.com – Novita dan Yuni tak dapat menyembunyikan kebahagiaan begitu kode voucher yang mereka masukkan saat memesan tiket pesawat Lion Air melalui situs pemesanan tiket.com diterima oleh sistem aplikasi. Keempatnya berteriak hampir bersamaan seakan tak percaya saat memandangi harga tiket yang harus mereka bayar.

Untuk rute Medan-Makassar mereka hanya perlu membayar Rp 2.097.800 per orang untuk keberangkatan tanggal 1 November 2019 mendatang. Jumlah ini sudah dikurangi voucher Rp 100 ribu dari promo tiket.com.

“Kami harus bersabar hampir satu bulan untuk dapat harga dua jutaan ini. Sehabis Idul Fitri kemarin, kami sudah hunting tiket, tetapi masih mahal, di angka tiga jutaan. Setiap hari, kami cek aplikasi, siapa tahu ada harga murah, apalagi pemerintah janji menurunkan harga tiket. Ternyata benar, hari ini kami dapat harga dua jutaan,” kata Novita, kepada Tribun Medan.com, akhir Juli lalu.

Sukses mendapatkan harga murah untuk tiket keberangkatan, keempatnya tak langsung melakukan hal yang sama untuk tiket kepulangan. Alasannya, kode voucher hanya bisa digunakan satu kali dalam satu hari. Mereka pun kembali menggunakan kode voucher dua hari berikutnya. Hasilnya? Lagi-lagi berhasil. Kode voucher berhasil didaftarkan dan mereka kembali mendapatkan potongan harga Rp 100 ribu.  Dari harga awal Rp 1.945.000 per orang untuk rute Makassar-Medan, mereka hanya perlu membayar Rp 1.845.000 per orang.

“Kami senang luar biasa bisa dapat potongan harga tiket hingga 200 ribu per orang. Lumayanlah untuk menutupi kebutuhan kami selama mendaki Gunung Latimojong,” kata Novita.  

Novita, Yuni, dan dua temannya dari Medan sudah menjadwalkan mendaki Gunung Latimojong, di kabupaten Enrekang, provinsi Sulawesi Selatan tanggal 3-7 November 2019 mendatang. Gunung Latimojong adalah gunung keempat dalam rangkaian pendakian Seven Summit Indonesia (Tujuh Puncak Tertinggi di Indonesia) yang akan mereka daki. Dua tahun sebelumya, mereka sudah sampai ke Gunung Kerinci di Jambi, Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat, dan Gunung Semeru di Jawa Timur.

Meski Novita, Yuni, dan kedua temannya tinggal di Medan, tak ada kesulitan bagi mereka untuk mengakses segala keperluan pendakian mereka, mulai dari transportasi lokal, perlengkapan pendakian, pemandu (guide), ataupun porter. Seperti halnya tiket pesawat, mereka hanya perlu membuka google di handphone dan mengetik kata kunci yang dibutuhkan di kolom pencarian.

Yuni mengatakan, segala informasi pendakian Gunung Latimojong sudah tersedia secara digital. Untuk informasi guide dan mobil carteran, kata Yuni, mereka hanya mengetikkan kata kunci “guide lokal di Latimojong” dan “mobil carteran di Makasaar” di google, maka beberapa link terkait guide lokal dan mobil carteran pun muncul.

“Setelah buka beberapa link, akhirnya kami dapat jasa guide untuk pendakian ke Gunung Latimojong. Kami pun sudah mendapatkan jasa mobil carter yang akan menjemput kami di bandara dan mengantarkan ke Enrekang.  Memang tidak ada link khusus yang menyediakan jasa ini, kami baru ketemu setelah membaca tulisan blogger-blogger,” kata Yuni.

Dikatakan Yuni, khusus jasa guide dan mobil carter, mereka menemukannya di blog pendaki yang memuat cerita perjalanan mereka saat mendaki Gunung Latimojong. Di blognya ada tercantum nomor kontak guide dan sopir mobil carteran.

Halaman
1234
Penulis: Truli Okto Purba
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved