KAI Tutup 38 Perlintasan Tidak Resmi di Jalur Kereta Api Wilayah Sumut-Aceh

"Pada bulan Januari sampai dengan Juli 2019 sudah 65 kali terjadi kecelakaan,” tutur Ilus Siregar.

KAI Tutup 38 Perlintasan Tidak Resmi di Jalur Kereta Api Wilayah Sumut-Aceh
HO
Penutupan perlintasan tidak resmi sebanyak kurang lebih enam titik untuk lintas Medan-Binjai dari KM 4 + 100 sampai dengan 17 + 300. 

TRIBUN-MEDAN.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) telah menutup sebanyak 38 perlintasan tidak resmi dari 265 perlintasan yang ada di wilayah KAI Divre I Sumut dan Sub Divre I.1 Aceh.

Manager Humas PT KAI (Persero) Divre I Sumut M. Ilud Siregar mengatakan, penutupan perlintasan tidak resmi bertujuan untuk meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan sebagaimana yang diatur dalam Pasal 94 Undang-undang No. 23 tahun 2007.

“Penyebab terjadinya kecelakaan di palang pintu perlintasan dan ruang manfaat jalur kereta api disebabkan pengguna jalan masih tidak disiplin dalam melewati perlintasan antara lain dengan membuka perlintasan tidak resmi.

Kemudian, ia menuturkan, juga melanggar pintu yang sudah tertutup atau kurang hati-hati atau waspada, melanggar serta tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas, pengendara tidak tengok kanan-kiri, serta adanya hewan ternak peliharaan yang tidak dijaga oleh pemiliknya.

“Hingga saat ini tingkat kecelakaan di palang pintu perlintasan serta ruang manfaat jalur kereta api masih tinggi. Pada bulan Januari sampai dengan Juli 2019 sudah 65 kali terjadi kecelakaan,” tuturnya.

Ia mengungkapkan, di ruang manfaat jalur kereta api, dimana untuk perlintasan resmi tiga kali kejadian, di perlintasan tidak resmi 32 kali kejadian dan pejalan kaki 22 kali kejadian serta hewan ternak delapan kali kejadian.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuat perlintasan tidak resmi di atas jalur kereta api, sebagaimana ketentuan Pasal 92 UU No. 23 Tahun 2007 Tentang Perkeretaapian,” ungkapnya.

Ia menuturkan, sebagaimana ketentuan Pasal 94 UU No. 23 Tahun 2007 Tentang Perkeretaapian, untuk keselamatan perjalanan kereta api dan pemakai jalan, perlintasan sebidang yang tidak memiliki izin harus ditutup.

“Penutupan perlintasan sebidang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh pemerintah atau pemerintah daerah,” tuturnya.

Ia mengatakan, pada tanggal 7 Agustus 2019, PT KAI Divre I Sumut juga telah melaksanakan kegiatan penutupan perlintasan tidak resmi sebanyak kurang lebih enam titik untuk lintas Medan-Binjai dari KM 4 + 100 sampai dengan 17 + 300. (pra/tribun-medan.com)

Penulis: Ayu Prasandi
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved