Pejabat Ini Tiba-tiba Kehilangan Uang di Rekening Bank BUMN, padahal Uang Kuliah Anaknya

Selanjutnya pria itu meminta Budi mengecek lima nomor m token yang sudah dikirim via SMS ke nomor ponselnya.

Pejabat Ini Tiba-tiba Kehilangan Uang di Rekening Bank BUMN, padahal Uang Kuliah Anaknya
KOMPAS.COM/Dokumentasi Setyo Budiono
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo, Setyo Budiono diperiksa polisi setelah membuat laporan raibnya uang senilai Rp 21,5 juta di rekeningnya. 

Setelah menerima telepon itu, Budi lalu menyimpan ponselnya. Sesampainya di kantor sekitar pukul 13.00, tiba-tiba mendapatkan notifikasi transaksi dari mobile banking

Ada empat kali transaksi, pertama terkirim untuk atas nama Gusti, kedua transaksi senilai Rp 1 juta atas nama Nur dan ketiga senilai Rp 10 juta pulsa token lalu Rp 10 juta untuk top up OVO. Totalnya Rp 21,5 juta.

Menurut Budi, uang sejatinya akan digunakan untuk biaya kuliah dua anaknya di Bandung dan Solo.

Malam hari sebelum kejadian menimpanya, Budi sudah mencoba mengirimkan uang itu kepada anaknya melalui E banking. Namun, pengiriman selalu gagal.

"Karena gagal kirim rencananya besoknya saya mau kirim langsung via ATM, tapi uangnya malah tiba-tiba hilang. Padahal uang itu tabungan yang saya kumpulkan dari gaji saya selama tiga tahun terakhir," ujar Budi.

Kecewa 

Setelah melaporkan kejadian itu ke Polres Ponorogo, pagi harinya ia dimintai keterangan.

Sementara di bank BUMN tersebut Cabang Ponorogo, laporan yang disampaikan akan diteruskan ke kantor  pusat.

Petugas bank BUMN itu juga memintanya untuk menindaklanjuti di call centre Bank BUMN kantor Pusat.

Namun, hingga saat ini belum ada konfirmasi apapun dari bank BUMN tersebut terkait hilangnya uang dari rekeningnya.

Halaman
123
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved