Pemerintah RI Diminta Beri Perhatian pada Proses Penyembelihan Hewan Kurban di Mekkah

Jemaah haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Jabal Noor yang tergabung dalam kloter 8 Embarkasi Medan menyembelih hewan kurban

Pemerintah RI Diminta Beri Perhatian pada Proses Penyembelihan Hewan Kurban di Mekkah
TRIBUN MEDAN/HO
Jemaah haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Jabal Noor yang tergabung dalam kloter 8 Embarkasi Medan menyembelih hewan kurban di rumah potong kawasan Udaibiyah Mekkah, Senin (12/8/2019) atau 11 Dzulhijjah 1440 H. 

MEDAN.TRIBUNNEWS.com, MEKKAH - Jemaah haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Jabal Noor yang tergabung dalam kloter 8 Embarkasi Medan menyembelih hewan kurban di rumah potong kawasan Udaibiyah Mekkah, Senin (12/8/2019) atau 11 Dzulhijjah 1440 H.

Jemaah bergerak dari pemondokan tenda Mina menggunakan bus khusus yang disewa. Udara panas menyengat siang itu tak menyurutkan jamaah untuk menyaksikan langsung proses penyembelihan hewan kurban di rumah pemotongan. Rumah Potong Udaibiyah itu merupakan salah satu dari sekian banyak rumah potong yang ada di kawasan tanah suci Mekkah.

Di sana terdapat ribuan ekor kambing dengan jenis kibas, domba, kambing biasa dan kambing kacang yang menunggu giliran disembelih. Namun tak banyak jemaah yang menyaksikan penyembelihan kurbannya. Mereka memilih di tenda Mina dan mempercayakan kepada panitia. Sementara beberapa  pendududuk lokal yang berkurban langsung membawa daging kurbannya.

Jemaah haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Jabal Noor yang tergabung dalam kloter 8 Embarkasi Medan menyembelih hewan kurban di rumah potong kawasan Udaibiyah Mekkah, Senin (12/8/2019) atau 11 Dzulhijjah 1440 H.
Jemaah haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Jabal Noor yang tergabung dalam kloter 8 Embarkasi Medan menyembelih hewan kurban di rumah potong kawasan Udaibiyah Mekkah, Senin (12/8/2019) atau 11 Dzulhijjah 1440 H. (TRIBUN MEDAN/HO)

Menurut pengelola kurban di sana, ada jutaan hewan kurban yang diimpor dari negara tetangga dan disembelih pada setiap musim haji. Seterusnya daging yang sudah dikemas dibagikan ke masyarakat setempat dan dikirim ke berbagai negara. 

Khusus jamaah haji KBIH Jabal Noor, menurut pembimbingnya KH Zulfikar Hajar Lc, setiap tahun jemaahnya dibawa langsung menyaksikan penyembelihan hewan kurban. Biasanya setiap jamaah bisa memegang dan mengelus hewan kurbannya, namun kali ini hanya bisa menyaksikan dari balik kaca lebar.

Dikatakan Zulfikar, hal ini dikarenakan perubahan proses yang dilakukan pemerintah setempat berupa pembangunan fasilitas rumah potong hewan yang cukup megah dan tertata rapi. Jemaah tidak lagi terkena percikan darah.

"Namun tampaknya kesakralan dan tata cara penyembelihan tidak seperti yang diinginkan jemaah. Selain tak bersentuhan dengan hewan kurbannya, perlakuan penyembelih kepada hewan sangat buruk. Kalau untuk orang namanya tak manusiawi," ungkapnya mencontohkan.

Jemaah menyaksikan betapa hewan kurban berjemur di terik panas sebelum mendapat giliran. Diturunkan dari truk secara kasar. Ketika memasuki arena, kambing sudah lemas dan terpeleset karena lantai licin berair. Langsung disembelih satu per satu tanpa perlawanan.

"Prosesnya malah semakin lambat, tidak seperti dulu. Waktu itu sebanyak 40 ekor kambing langsung masuk dan mudah diatur tanpa harus terpeleset. Prosesnya lebih cepat dan tata caranya lebih beradab, hewan tidak diseret-seret seperti penyiksaan. Meski fasilitas lebih bagus, tapi pengelolaannya sangat kurang baik," ungkap Zulfikar Hajar, pemilik Ponpes Jabal Noor seraya mengatakan, seharusnya lantai dibuat kasar seperti dulu

Untuk itu Zulfikar bermohon kepada pemerintah Indonesia agar bisa memperhatikan kondisi ini dan seterusnya meminta kepada pemerintah Arab Saudi untuk memperbaiki hal-hal yang tidak bisa disepelekan ini.

Menurutnya, umumnya jemaah haji yang berkurban langsung mempercayakan kepada panitia tanpa ikut menyaksikan hewan kurban. Sementara dia merasa tidak afdol kalau tak melihat langsung sehingga membawa jemaah ke tempat penyembelihan. Dari itu, katanya, KBIH Jabal Noor ikut bertanggung jawab memberi masukan kepada pihak terkait agar semuanya bisa berjalan lebih baik. (*/adv)

Editor: Ismail
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved