Tak Setuju Komposisi Menteri Pilihan Presiden, Surya Paloh Blak-blakan: Jangan Kita Terjebak

Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh meminta publik tak terjebak pembagian komposisi kabinet antara golongan profesional dan parpol.

Tak Setuju Komposisi Menteri Pilihan Presiden, Surya Paloh Blak-blakan: Jangan Kita Terjebak
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh memberikan keterangan kepada wartawan mengenai dukungan Partai NasDem untuk Ahok di Kantor DPP Partai Nasional Demokrat, Jakarta, Selasa (16/2/2016). Surya Paloh mengungkapkan bahwa pengurus NasDem, mulai dari tingkat pusat, cabang, sampai ranting mendukung Basuki Tjahaja Purnama maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta. NasDem tidak akan mempersoalkan jika nantinya Ahok memilih maju melalui jalur independen karena hal tersebut merupakan hak politik Ahok yang harus dihargai. 

TRIBUN-MEDAN.com - Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh meminta publik tak terjebak pembagian komposisi kabinet antara golongan profesional dan parpol.

Paloh menyatakan, bisa saja kader parpol juga memiliki kapasitas sebagai praktisi di bidang tertentu.

Hal itu disampaikan Paloh menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo yang bakal membentuk kabinet dengan komposisi 55 persen dari golongan profesional dan 45 persen dari kader parpol.

"Bagus juga. Ada kesempatan bagi siapa saja. Yang paling penting jangan kita terjebak dalam dikotomi hal-hal yang memisahkan antara partai politik dan profesional. Apa urusannya itu," ujar Paloh di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (16/8/2019).

"Partai politik ya partai politik. Di dalamnya ada sebagian besar kelompok profesional. Yang tidak kalah pentingnya, profesional itu ada di mana-mana. Di partai politik, di akademisi ada, di wiraswasta pengusaha bahkan ada di alim ulama. Jadi jangan salah," ucap Paloh lagi. 

Paloh juga mengatakan, sebagai ketua umum parpol ia juga profesional di sejumlah bidang, salah satunya bisnis.

Karena itu, ia meminta semua pihak menyikapi pernyataan Presiden soal komposisi kabinet secara terbuka.

"Bayangkan, saya ini ketum parpol. Kira-kira profesional enggak? Sedih sekali kalau saya tidak disebut profesional. Itu kira-kira."

"Jadi pikiran-pikiran yang memang membuka wawasan tetap terbiasa dengan suatu pikiran yang bisa diajak mencari mana yang lebih baik harus kita perjuangkan negeri ini," papar dia. 

Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa Kabinet Kerja pada periode mendatang akan diwarnai gabungan menteri dari profesional dan unsur partai politik.

Halaman
12
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved