Terdakwa Kasus Kredit Fiktif Rp23,5 Miliar BRI Agroniaga Memohon ke Jaksa Penuntut

"Saya enggak ada nikmati Rp19 miliar itu, yang lainnya mungkin yang nikmati, masyarakat sana," kata Mulyono.

Terdakwa Kasus Kredit Fiktif Rp23,5 Miliar BRI Agroniaga Memohon ke Jaksa Penuntut
Tribun Medan/Victory Arrival Hutauruk
Sidang lanjutan kasus korupsi kredit fiktif BRI Agroniaga Cabang Rantauprapat Rp 23,5 miliar beragendakan keterangan terdakwa di PN Medan, Jumat (16/5/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com - Pengadilan Tipikor Medan kembali menggelar sidang kasus korupsi kredit fiktif BRI Agroniaga Cabang Rantauprapat senilai Rp 23,5 miliar, Jumat (16/5/2019).

Dalam keterangannya, terdakwa  Mulyono membantah telah menerima uang dari 23 debitur dengan total baki debet per 30 Juni 2015 sebesar Rp.19.848.837.423.

"Yang Rp 19 miliar itu saya tidak tahu. Jaksa penuntut umum yang tahu itu. Saya enggak ada nikmati Rp19 miliar itu, yang lainnya mungkin yang nikmati, masyarakat sana," ungkapnya ketika ditanya kuasanya hukumnya.

Mulyono mengatakan, untuk melunasi seluruh kredit macetnya ia sempat akan melakukan pinjaman ke bank lain namun tidak disetujui.

"Saya juga sempat minta take over ke bank lain untuk mohon pinjamin. Tapi Ibu Ema datangi ke bank itu mengatakan saya itu kredit macat. Saya dijelek-jelekinnya, jahat," cetusnya.

Saat ditanyai mengenai berapa sisa kredit yang belum dibayarkan, Mulyono mengaku tidak ingat.

"Kredit macet enggak ingat lagi," cetusnya.

Ia menjelaskan bahwa ada 41 agunan untuk menjadi jaminan kredit.

"Awalnya Rp500 juta kreditnya. Rp5,5 miliar jaminan sudah di-approved oleh bank. Jadi ada 41 agunanan, 12 diambil alih, 29 tinggal. Sisanya setelah dilelang tinggal Rp1,2 miliar," ungkap Mulyono.

Terakhir ia juga meminta agar Jaksa mempertimbangkan segala keterangan saksi yang sudah dihadirkan.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved