Viral Medsos

FOTO-Foto Koko Ardiansyah Bersama Paskibraka Nasional 2019 di Istana Negara

Koko Ardiansyah di Istana Negara di Jakarta untuk bertemu dengan Menpora

FOTO-Foto Koko Ardiansyah Bersama Paskibraka Nasional 2019 di Istana Negara
Facebook.com/Wilyanus Bistok Simanjuntak
Koko Ardiansyah foto bersama dengan para Paskibra Nasional di Istana Negara. 

Pernyataan Koko Ardiansyah;

Ayo subscribe channel YouTube Tribun MedanTV

Berikut pernyataan lengkapnya;

Saya Koko Ardiansyah ingin mengklarifikasi semua berita viral yang membuat masyarakat sudah simpati dengan saya.

Saya di situ (Paskibra Labuhanbatu) cuma sebagai cadangan.

Ada (siswa Labuhanbatu) yang dikirim ke provinsi (Paskibra Sumut) dua orang putra dan yang lolos di provinsi hanya satu orang.

Dan karena hanya satu, satu lagi balik untuk tugas (menjadi paskibra) di kabupaten.

Karena saya cadangan, nama saya lah yang digantikan oleh putra provinsi yang gagal," jelasnya.

Kepada bapak Dinas Pemuda dan Olahraga saya minta maaf untuk berita viral tersebut.

Karena saya tidak tahu kalau perwakilan kabupaten ke provinsi yang lulus hanya satu.

Saya sudah bertemu dengan Pak Kadis dan semua sudah dijelaskan.

DISINGKIRKAN ANAK PEJABAT

Kisah Koko Ardiansyah viral dan diunggah pelbagai akun media sosial termasuk Instagram @ndorobeii.

Dalam video berdurasi 6.35 detik, Koko didampingi ibunya menceritakan kisahnya.

Dalam video yang tayang sebanyak 88.439 kali tersebut dia mengaku sedih dan kecewa.

Pasalnya, dia sudah mengikuti beberapa tahapan untuk bisa mengibarkan bendera merah putih pada perayaan kemerdekaan RI pada 17 Agustus nanti.

Remaja yang merupakan anak yatim itu sudah melewati tes fisik dan Lomba Ketangkasan Baris Berbaris (LKBB).

Dalam pengumuman pun namanya tertera di urutan nomor 29. Dari situ kemudian dia ikut dalam pengukuran baju dan sepatu.

Namun saat pengumuman untuk karantina, namanya sudah tidak ada lagi.

"Saat itu saya tidak tahu siapa yang menggantikan saya, sekarang saya sudah tahu siapa," katanya dalam video yang diunggah pada Selasa (13/8/2019).

Dalam video itu dia mengungkapkan kesedihan dan kekecewaannya.

Koko Ardiansyah pun tampak beberapa kali mengusap matanya.

Dia mengaku kalau posisinya sebagai Paskibraka digantikan oleh siswa lain anak pejabat tanpa ikut seleksi.

Kekecewaannya karena tidak bisa mendapatkan sertifikat paskibraka.

Padahal, lanjut dia, jika dia bisa menjadi anggota paskibraka di Labuhan Batu, maka untuk mendaftar menjadi anggota TNI akan menjadi gampang.

"Tapi karena gagal, mau gimana lagi. Kecewa lah," katanya.

Koko Ardiansyah pun berharap agar kejadian ini hanya menimpa dirinya saja.

Di tahun-tahun mendatang, dia berharap tidak ada orang yang mengalami hal serupa.

Koko Ardiansyah mengaku memiliki niat yang besar untuk dapat mengibarkan bendera pada 17 Agustus nanti.

"Untuk panitia, kalau bisa yang lebih adil. Kalau digantikan, gantikan yang ikut seleksi dan lebih pantas dari saya. Jangan yang tak ikut seleksi dimasukkan dalam karantina," kata Koko Ardiansyah.

(ind/tribun-medan.com)

Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved