Peringatan Hari Kemerdekaan di Pesantren Al Hidayah Sebarkan Pesan Anti Kekerasan dan Radikalisme

Pondok Pesantren Al Hidayah berpartisipasi dalam meningkatkan wawasan kebangsaan dan nasionalisme.

TRIBUN-MEDAN.com - Seperti tahun sebelumnya, Pondok Pesantren Al Hidayah ikut meramaikan perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Pondok Pesantren Al-Hidayah didirikan oleh seorang mantan teroris yang sempat divonis enam tahun atas tindak pidana perampokan bank.

Pantauan www.tribun-medan.com pagi ini sekitar pukul 08.30 WIB pesantren Al Hidayah berada di Desa Sei Mencirim, Kecamatan Desa Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, para santri sangat bersemangat untuk mengikuti upacara HUT ke-74 RI.

"Upacara HUT RI yang ke 74 ini cukup meriah. Tidak seperti tahun yang lalu, tapi cukup hikmat dan cukup menghiburlah untuk kita berpartisipasi dalam meningkatkan wawasan kebangsaan dan nasionalisme," ucap Khairul Ghazali, pendiri Pondok Pesantren Al Hidayah, Sabtu (17/8/2019).

Saat ini Pondok Pesantren Al Hidayah mendidik 34 santri yang diantarnya adalah anak-anak pelaku terorisme.

"Harapan saya di HUT RI yang kepada anak-anak eks ini, ialah bahwa ini lah Indonesia yang diperjuangkan dengan penuh persaudaraan, toleransi, dan perdamaian. Jauhi kekerasan, radikalisme, dan intoleran. Inilah pesan-pesan yang disampaikan dalam HUT kemerdekaan RI yang ke 74 di Pondok Pesantren Al Hidayah ini," ucap Khairul Ghazali.

Khairul Ghazali merupakan mantan teroris yang terlibat perampokan Bank CIMB Niaga di Medan, Agustus 2010 lalu.

Pesantren ini didirikan 11 Juni 2015 (24 Sya'ban 1436 H) dan awalnya bernama Pesantren Darusy Syifa.

Pada 7 September 2016, bertepatan dengan pembangunan Masjid Al-Hidayah oleh Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius, maka namanya berganti menjadi Pondok Pesantren Al Hidayah. (cr23/tribun-medan.com)

Penulis: Muhammad Anil Rasyid
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved