Dita Rintis Bisnis Hijab Online Dengan Modal Rp 500 Ribu

Saat itu ia tidak memiliki baju muslim, kemudian ia memutuskan membeli mesin jahit serta bahan kain

Dita Rintis Bisnis Hijab Online Dengan Modal Rp 500 Ribu
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Owner Fashion Hijab Arimbi, Dita Arimbi Sitorus merintis usaha hijab online dengan modal usaha Rp 500 ribu. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-
Mode hijab kini semakin trendi, tak heran jika bisnis hijab kini makin banyak dilirik.

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Dita Arimbi Sitorus pun tak mau ketinggalan bisnis hijab online.

Diakui Dita, ia memulai bisnis ini sejak tahun 2017 lalu, berawal ketika ia masuk kuliah jurusan pendidikan agama Islam.

Saat itu ia tidak memiliki baju muslim, kemudian ia memutuskan membeli mesin jahit serta bahan kain karena kebetulan ibunya pintar menjahit.

"Saya kuliah pendidikan agama Islam ketika itu saya tidak memiliki baju muslim jadi saya memutuskan untuk beli mesin jahit dan kebetulan ibu saya pintar menjahit. Saya minta ibu saya untuk menjahit kemudian, saya pakai hijab itu ke kampus dan teryata teman-teman pada suka dan mereka bilang 'pesan dong' dan saya melihat peluang besar disini," ujar Dita.

Ia pun memberanikan diri untuk berbisnis dengan modal usaha Rp 500 ribu, yang ia gunakan untuk membeli kain. Selain mempromosikan hijab di lingkungan kampusnya, Dita juga memanfaatkan foto yang diunggah ke media sosial untuk menjual produk hijabnya.

"Alhamdulillah banyak yang suka hijab saya, termasuk dosen-dosen UMSU ada juga yang pesan seragaman. Saya masih jualan hijab online tapi pengiriman sudah pernah sampai ke Malaysia, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi," ungkapnya.

Dita mengatakan dengan media sosial berupa Youtube, Facebook maka target pasar pun akan semakin luas. "Alhamdulillah omzet banyak, apalagi di Bulan Ramadan lumayan berkali-kali lipat," ucap
Owner Fashion Hijab Arimbi ini.

Tantangan dalam berbisnis hijab, kata Dita, pihaknya harus tetap berinovasi dan menghadirkan beragam model fashion sesuai permintaan pasar.

Tak lupa, Dita fokus mengajak para perempuan muslimah anak-anak, sampai ibu-ibu untuk berhijab syar'i. "Karena yang saya lihat itu banyak perempuan baik anak-anak, remaja, dan ibu- ibu tidak mau berjilbab syar'i dengan alasan takut terlihat tua, takut tidak trend fashion. Jadi berlatar belakang itu juga saya membuat jilbab syar'i yang tetap mengikuti fashion tapi tetap syar'i," jelasnya.

Dita mengatakan pihaknya menghadirkan banyak model hijab dan paling banyak permintaan konsumen yakni hijab pashmina instan. Hijab model ini merupakan hijab yang ia buat dan dapat digunakan tanpa menggunakan jarum pentul melainkan tinggal dikenakan dan diaplikasikan sesuai keinginan.

Dikatakannya, harga hijab-hijab yang diproduksinya ini dibanderol mulai dari Rp 85 ribu hingga Rp 160 ribu. Untuk bahan ia menggunakan jenis moncrap, wolfis, moscrap. Penggunaan bahan ia sesuaikan dengan model hijab yang akan diproduksi.

"Moncrap itu bahannya sedikit tipis jadi kita buat model lapis dua jadi enggak transparan. Untuk wolfis bahannya cukup
tebal jadi satu lapis saja.
Bedanya hijab kita dengan lainnya itu, hijab kita bisa di
custom mau bahan apa, ukuran apa, dan hijab itu juga bisa kita kasih aksesoris apa boleh. Kita juga bisa buat jilbab untuk anak anak sejak umur setahun, dua tahun," jelasnya.

Diakui Dita, bisnis hijab ini sangat menjanjikan, kedepanya ia ingin memiliki butik sendiri dan bisa mengajak ibu-ibu di sekitar rumahnya untuk berkerjasama memproduksi hijab.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved