Fakta-fakta Tersangka Pembakar Polisi di Cianjur, hingga Aksi Siswa SMK Viral Menolong Aiptu Erwin

Polisi tetapkan satu orang tersangka pembakar polisi di Cianjur, hingga Aksi Seorang siswa SMK viral di media sosial saat menolong Aiptu Erwin.

Fakta-fakta Tersangka Pembakar Polisi di Cianjur, hingga Aksi Siswa SMK Viral Menolong Aiptu Erwin
ISTIMEWA
Pelajar bernama Muhamad Ridwan Suryana (18), pelajar SMK Pasundan I Cianjur 

Menurutnya tidak menutup kemungkinan tersangka bisa bertambah lantaran proses penyelidikan masih terus dilakukan.

"Tidak menutup kemungkinan ada pembagian tugas karena itu dalam bentuk kelompok. Tentunya siapa korlapnya, siapa yang menyuruh, menyiapkan dan yang membeli, kan nanti ada peran-perannya," ujar Trunoyudo.

"Proses penyelidikan masih terus berlanjut. Kemungkinan tersangka bisa saja bertambah," lanjut Truno.

Dia menambahkan atas perbuatannya, RS dikenaknan Pasal 170, dan Pasal 351 tentang penganiayaan berat yang mengakibatkan orang luka ataupun luka berat, dan Pasal 160 dan atau Pasal 212 dan atau Pasal 213 KUHP.

"Karena perbuatannya, RS terancam hukuman kurungan diatas lima tahun penjara," pungkasnya.

Adapun personel kepolisian yang tersambar api adalah Aiptu Erwin anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kota Cianjur, Bripda Yudi Muslim dan Bripda FA Simbolon dari Sabhara Polres Cianjur dan Bripda Anif.

Mengutip Wartakotalive.com, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengecam aksi demo yang mengakibatkan terbakarnya empat anggota polisi hidup-hidup di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (15/8/2019).

Karenanya IPW mendesak Polri mengusut tuntas kasus ini agar pelakunya dihukum berat dan ditelusuri apakah ada kelompok teroris ikut bermain dalam aksi demo tersebut.

"Dalam beberapa aksi demo yang berujung bentrok sering kali polisi luka akibat dilempari batu dan kayu oleh pendemo, bahkan pernah beberapa kali polisi dilempari molotov. Tapi belum pernah terjadi polisi terbakar tubuhnya akibat dilempari pendemo dengan molotov," kata Neta kepada Warta Kota, Jumat (16/8/2019).

"Paling hanya terkena percikan api dari molotov yang dilemparkan pendemo dan segera bisa diatasi polisi itu bersama polisi lain. Jadi, apa yang terjadi di Cianjur dimana ada empat polisi menderita luka bakar 30 sampai 50 persen saat mengendalikan aksi demo adalah sebuah peristiwa yang sangat memprihatikan dan tdk bisa ditolerir," paparnya.

Halaman
1234
Editor: Abdi Tumanggor
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved