Henry Damanik Kenalkan Kopi Kampung Sendiri

Saya asli dari Sidikalang. Sejak kecil saya sudah suka kopi. Beberapa kali saya juga belajar mengenai kopi.

Henry Damanik Kenalkan Kopi Kampung Sendiri
TRIBUN MEDAN/SEPTRIANA AYU SIMANJORANG
Henry Damanik menunjukkan Kana Kopi, Minggu (18/8/2019). Ia ingin lebih mengenalkan produk-produk unggulan kopi Sidikalang. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN-Sumatera Utara terkenal dengan kopinya yang tersebar diberbagai wilayah. Sidikalang misalnya, kopi dari kota ini sudah terkenal ke berbagai wilayah Indonesia bahkan mancanegara.

Jika dulu kopi Sidikalang ditemui dalam bungkusan plastik, Henry Damanik mengolah kopi robusta asal Sidikalang dengan kemasan yang lebih modern.

Pengiriman kopi dengan merk dagang Kana Kopi inipun sudah sampai hingga ke Kalimantan.

"Saya asli dari Sidikalang. Sejak kecil saya sudah suka kopi. Beberapa kali saya juga belajar mengenai kopi. Saya tertarik dengan kopi robusta," ujarnya saat ditemui Tribun Medan, Minggu (18/8/2019).

Dari situ timbul keinginan Henry untuk mendalami mengenai kopi robusta. Selain itu ia juga ingin bisa lebih mengenalkan produk-produk unggulan Sidikalang seperti kopi ini.

"Saya pilih robusta karena saya lebih suka rasanya. Menurut saya kopi robusta juga lebih nyaman di perut. Selain itu saya rasa saat diseduh, wangi kopi robusta ini juga lebih enak," katanya.

Ia menyadari persaingan dalam dunia kopi sudah sangat berat. Salah satu keunggulan produknya, harganya lebih terjangkau. Ia menjual Kana Kopi dengan harga Rp 30 ribu setiap kemasan 250 gram.

"Saya jual di Facebook, OLX, dan juga WhatsApp. Saya sekarang kirim ke Kalimantan, Rantauprapat, dan kota-kota lainnya," jelasnya.

Ia menjual kopinya dalam bentuk bubuk yang halus. Ini menjadi keunggulan lainnya karena menurutnya kebanyakan orang masih menyukai kopi bubuk dari pada kopi masih berbentuk biji.

"Karena kopi dalam bentuk bubuk kan sudah bisa langsung diseduh. Jadi lebih praktis, kan tidak semua juga orang punya grinder," katanya

Dalam pengolahan kopi ini, Henry lakukan secara manual. Ia membeli biji kopi langsung dari Sidikalang kemudian ia roasting secara manual.

"Ada juga yang sudah diroasting manual sama petani. Modal awal saya sekitar Rp 1 juta. Saya paling banyak keluarkan untuk beli biji kopi dari petani. Selain itu saya juga harus keluarkan biaya untuk menggiling kopi," pungkasnya.

(cr18/tribun-medan.com)

Penulis: Septrina Ayu Simanjorang
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved