Lama Puasa Gelar, Pelatih Bisbol Sumut Fokus Bina Atlet Muda untuk PON 2024

Tito Lubis mengatakan, Sumut memang sudah lama puasa gelar untuk perhelatan PON di Cabor ini.

Lama Puasa Gelar, Pelatih Bisbol Sumut Fokus Bina Atlet Muda untuk PON 2024
Tribun Medan / Chandra
Tim bisbol Sumut yang berlaga di Pra-PON usai menggelar latihan di lapangan rimbawan kampus USU beberapa waktu lalu 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN -Tim baseball (bisbol) Sumatera Utara gagal meraih tiket lolos ke ajang kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan digelar tahun 2020 di Papua.

Tim besutan pelatih Erwin Syahputra dan Tito Lubis ini hanya mampu menduduki posisi 10 klasemen akhir pada saat berlaga di Pra-PON 23-30 Juli di Jakarta. Sedangkan yang lolos ke PON hanya posisi 6 besar.

Pelatih tim bisbol Sumut, Tito Lubis mengatakan, Sumut memang sudah lama puasa gelar untuk perhelatan PON di Cabor ini.

Terakhir prestasi juara berhasil diraih pada perhelatan PON tahun 2008 di Kalimantan Timur. Tahun ini pun bisbol Sumut kembali gagal di Pra-PON.

"Terakhir kali masuk ke PON tahun 2008 di Kalimantan Timur, Sumut peringkat 3, waktu saya masih pemain. Selepas itu gak pernah lagi kita masuk putra putri," ujarnya, Minggu (18/8/2019).

Titi mengatakan, minimnya pengalaman dan jam terbang sebagian atlet bisbol Sumut turut menjadi faktor kegagalan lolos ke PON. Apalagi di babak kualifikasi PON , mereka harus menghadapi tim yang dihuni pemain yang jauh lebih pengalaman.

Karena itu, Ke depan, Tito mengatakan ingin fokus membina atlet-atlet muda. Dia optimistis dengan potensi sumber daya atlet muda yang dibinanya saat ini akan bisa kembali menorehkan prestasi pada PON 2024 saat Sumut menjadi tuan rumah bersama Aceh.

"Saya berharap sama anak-anak yang mau kubentuk dari pelatda KONI Medan. Kemarin kita bertumpu hampir rata-rata anak UNIMED. Ke depan anak-anak yang junior kemarin tidak bisa berangkat karena batasan umur, itu yang mau digembleng untuk 2024 atau 2022 kalau jadi dipercepat," harapnya.

Lebih lanjut kata Tito, kalau sistem pertandingan masih menggunakan aturan open (terbuka) dan tidak ada batasan usia maksimum, maka dia berencana mengusulkan untuk turut melakukan seperti daerah lain, merekrut pemain untuk membela Sumut. Namun dia mengatakan itu masih sebatas usulan.

"Mau gak mau lah mengusulkan ke pengurus mungkin ada entah dua-tiga orang pemain rekrutan untuk pelemparnya saja. Saat atlet muda kita rata-rata 18 tahun dan masih junior mereka, jadi masih ada seniornya lagi," pungkasnya.

(cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved