Bank Indonesia Luncurkan QRIS, Sistem Pembayaran Digital Berlaku 1 Januari 2020

BI juga ingin memajukan industri pariwisata di tanah air melalui sistem pembayaran digital atau non tunai.

Bank Indonesia Luncurkan QRIS, Sistem Pembayaran Digital Berlaku 1 Januari 2020
Tribun Medan/Natalin Sinaga
Direktur BI Kantor Perwakilan Sumut Andiwiana Septonarwanto (tengah) didampingi Direktur BI KPw Sumut, Ibrahim, Kepala Divisi Sistem Pembayaran Budi Rahaja dan Asisten Direktur, Achmad Darimy, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara BI Sumut, Senin (19/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com-Bank Indonesia (BI) meluncurkan standar Quick Response (QR) Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang disebut QR Code Indonesian Standard (QRIS).

Implementasi QRIS secara nasional efektif berlaku mulai 1 Januari 2020.

Hal inilah yang diungkapkan Direktur BI Kantor Perwakilan Sumut (Sumatera Utara), Andiwiana Septonarwanto didampingi Direktur BI KPw Sumut, Ibrahim, Kepala Divisi Sistem Pembayaran Budi Rahaja dan Asisten Direktur,
Achmad Darimy, di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara BI Sumatera Utara (Sumut), Senin (19/8/2019).

QRIS diluncurkan oleh Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dan Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Utara Wiwiek Sisto Widayat bertepatan dengan HUT ke–74 Kemerdekaan RI, Sabtu (17/8/2019).

Andiwiana mengatakan QRIS yang mengusung semangat UNGGUL (UNiversal, GampanG, Untung dan Langsung), bertujuan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, untuk Indonesia Maju. Semangat ini sejalan dengan tema HUT ke-74 Kemerdekaan RI, yaitu SDM Unggul Indonesia Maju.

"BI meluncurkan sistem pembayaran digital agar sejalan dengan tema pemerintah untuk mewujudkan Indonesia maju yang lebih independen dan siap menghadapi tantangan kedepan terutama dalam sistem pembayaran," kata Andiwiana.

Dijelaskannya, QRIS UNGGUL mengandung makna, yaitu pertama, universal, penggunaan QRIS bersifat inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat dan dapat digunakan untuk transaksi pembayaran di domestik dan luar negeri. Kedua, gampang, masyarakat dapat bertransaksi dengan mudah dan aman dalam satu genggaman ponsel.

Ketiga, untung, transaksi dengan QRIS menguntungkan pembeli dan penjual karena transaksi berlangsung
efisien melalui satu kode QR yang dapat digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel.

Keempat, Langsung, transaksi dengan QRIS langsung terjadi, karena prosesnya cepat dan seketika sehingga mendukung kelancaran sistem pembayaran.

Diakui Andiwiana, peluncuran QRIS merupakan salah satu implementasi Visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025, yang telah dicanangkan pada Mei 2019 lalu.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved