BPBD Targetkan Pembangunan Rumah Relokasi Tahap Tiga Tuntas Akhir 2019

Relokasi ini akan kembali dibangun di kawasan Siosar, Kecamatan Merek. Lokasi ini juga merupakan tempat dibangunnya rumah-rumah bagi ratusan

BPBD Targetkan Pembangunan Rumah Relokasi Tahap Tiga Tuntas Akhir 2019
TRIBUN MEDAN/HO
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi (baju putih) saat mengunjungi lokasi relokasi di Siosar, Kecamatan Merek, beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Penanganan bagi pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung, hingga saat ini masih terus dijalankan. Salah satu tahap yang sedang dikerjakan, ialah pembangunan rumah Hunian Tetap (Huntap) untuk pengungsi yang masuk ke dalam relokasi tahap tiga.

Menurut informasi, relokasi ini akan kembali dibangun di kawasan Siosar, Kecamatan Merek. Lokasi ini juga merupakan tempat dibangunnya rumah-rumah bagi ratusan masyarakat yang masuk ke dalam relokasi tahap satu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo Martin Sitepu, mengungkapkan untuk relokasi tahap ketiga ini akan ditujukan bagi 892 Kepala Keluarga (KK). Dirinya menyebutkan, dari total jumlah tersebut masyarakatnya berasal dari tiga desa dan satu dusun.

"Relokasi tahap tiga ini kita mau membangun sebanyak 892 rumah, yang terdiri dari memindahkan tiga desa dan satu dusun. Yaitu Desa Mardingding, Desa Suka Nalu Teran, Desa Sigaranggarang, dan Dusun Lau Kawar," ujar Martin, Senin (19/8/2019).

Martin menjelaskan, sebenarnya jika dilihat secara umum penanganan pengungsi sudah selesai. Dalam artian, bagi masyarakat yang daerahnya tidak masuk ke dalam zona merah, sudah bisa kembali. Selanjutnya, bagi daerah-daerah yang sesuai rekomendasi sudah tidak bisa dihuni lagi, maka akan direlokasi.

Dirinya menyebutkan, selain membangun rumah mereka juga menyediakan keperluan lainnya yaitu pengadaan Fasilitas Umum (Fasum), seperti jalan, parit, jaringan listrik, serta pengaliran air ke rumah-rumah warga. Ia mengatakan, jika tidak ada halangan mereka menargetkan pembangunan rumah akan ramping pada bulan Desember mendatang.

"Kalau nanti relokasi sudah selesai, masyarakat akan kita pindahkan ke sana. Kalau rumahnya mudah-mudahan bisa diselesaikan bulan Desember. Tapi kalau Fasumnya kemungkinan besar tidak bisa, karena ada beberapa item yang tidak bisa dilakukan secara langsung. Seperti pembangunan jalan, harus melihat perkembangan dan kondisi di lapangan," ungkapnya.

Martin menjelaskan, hingga saat ini pihaknya telah melakukan beberapa tahapan pengerjaan pembangunan. Mulai dari pemerataan tapak untuk tempat pembangunan rumah, site plan atau rencana arsitektur, kemudian perencanaan Detail Engineering Design (DED), atau proyek perencanaan fisik. 

"Setelah selesai site plan kemarin, di mana pembangunan rumah, Fasum, dan lainnya, kemudian kita menyusun perencanaan DED, yang memperhitungkan volume masing-masing kegiatan. Jadi seperti berapa panjang jalan, tebalnya, berapa lebar parit yang akan dibangun," katanya.

Dirinya menyebutkan, dari beberapa tahapan tersebut sudah selesai melalui proses tender. Dari perencanaan pembangunan itu, ditetapkan dikerjakan oleh tujuh pemegang tender.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved