Dapat Penilaian Terburuk Lomba Bersih-bersih, Kepala Pasar Ini Dicopot dari Jabatannya

Pencopotan jabatan itu karena penilaian terburuk dalam lomba bersih bersih pasar. SK sudah saya keluarkan hari ini.

Dapat Penilaian Terburuk Lomba Bersih-bersih, Kepala Pasar Ini Dicopot dari Jabatannya
Tribun Medan
Dirut PD Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Kepala Pasar Sentosa Baru, Hasan resmi dicopot pada hari ini, Senin (19/8/2019). Pencopotan ini dilakukan karena Kepala Pasar Sentosa Baru ini memiliki penilaian terburuk dalam lomba bersih bersih pasar.

"Kepala Pasar ini tidak ada kemauannya untuk memperbaiki, bagaimana dia memberikan pelayanan kepada masyarakat," ucap Direktur Utama Perusahan Daerah (PD) Pasar Kota Medan, Rusdi Sinuraya, Senin (19/8/2019).

Ia mengatakan pihaknya sudah mengeluarkan Surat Keterangan Pencopotan Kepala Pasar Sentosa Baru.

"Pencopotan jabatan itu karena penilaian terburuk dalam lomba bersih bersih pasar. SK sudah saya keluarkan hari ini, pengganti Kepala Pasar Sentosa Baru itu Dedy Predy," ujar Rusdi.

Ia menjelaskan sebelumnya, dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Republik Indonesia (RI), PD Pasar Kota Medan menggelar perlombaan yang diikuti oleh 53 pasar yang ada di Kota Medan.

"Semua pasar kita adakan kompetisi perlombaan artinya kalau kompetisi itu yang paling terbaik ada promosi dan yang paling terburuk berarti dicopot jabatannya. Dan hasil yang terburuk dan terjorok, maka  dicopot jabatan kepala pasar, artinya kita sudah kasih waktu, kita sudah umumkan ada perlombaan, kita kasih bocoran, kita kasih kisi-kisi, apa yang mau diperlombakan teryata tidak juga maksimal," ungkapnya.

Ia menjelaskan perlombaan ini fokus memperlombakan tiga kebersihan pasar yakni kebersihan kamar mandi, kebersihan Tempat Pembuangan Sampah (TPS), dan akses jalan. Karena tiga hal itu, menyentuh langsung kepada pelayanan masyarakat.

"Perlombaan itu kemaren kita prioritaskan ada tiga yang pertama adalah kamar mandi, TPS, dan akses jalan koridor. Jadi itulah penilaian, kita menggunakan penilaian konsultan pasar PT Global Inspeksi Sertifikasi,"tambahnya.

Selain itu, kata Rusdi, Pasar Sentosa Baru dinilai sebagai pasar terjorok dari 53 pasar yang mengikuti kompetisi pasar terbersih.

"Konsekuensinya langsung dicopot, sanksinya keras karena perlombaan. Yang terbaik, kita beri promosi, dapat hadiah, dapat biaya penghargaan dan yang terburuk dapat penghargaan kaos hitam tengkorak dan pencopotan jabatan," ungkapnya.

Saat ditanya, pasar-pasar mana saja yang kepala pasarnya terancam dicopot, kata Rusdi, Pasar Sukaramai dan Petisah 1. "Yang sudah dicopot jabatan kepala pasarnya hanya Pasar Sentosa Baru. Yang lain, Pasar Sukaramai dan Petisah 1, diberi waktu satu bulan perbaikan karena alasan teknis," ujarnya.

Ia berharap pengganti Kepala Pasar Sentosa Baru bisa memperbaiki dan membenahi pasar di Jalan Sentosa Baru, Sei Kera Hilir I, Kecamatan Medan Perjuangan, Kota Medan ini.

Tak lupa, Rusdi pun menghimbau agar pasar-pasar lainnya yang sudah mengikuti perlombaan tetap memelihara dan meningkatkan perawatan pasarnya.

"Himbauannya kepada pasar-pasar yang sudah kita lakukan perlombaan, perbaikan, pemeliharaan dan perawatan supaya menjaga nilai yang sudah didapatnya dan meningkatkan perawatannya.
Misalnya sudah dapat nilai 60 dijaga dan dinaikan jadi 65, 70, jangan turun lagi, terus dijaga sampai naik terus, nanti tahun depan akan kita perlombakan lagi. Artinya saya berharap kepada kepala-kepala pasar itu bekerja maksimal memberikan kontribusi, bagaimana moto Medan itu Medan rumah kita, dan pasar rumah pedagang kita. Jadi dialah kepala rumah tangganya, uruslah pasar itu dan harus bertanggung jawab," tutupnya.

(nat/tribun-medan.com)

Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved