Ibu Pelaku Pembakar Polisi di Cianjur Minta Anaknya Dihukum Seringan-ringannya: Saya Meminta Maaf

Dikutip Gridhot dari Kompas.com, polisi berhasil menangkap dan berusaha mencari motif pelemparan bahan bakar tersebut kepada pelaku.

Ibu Pelaku Pembakar Polisi di Cianjur Minta Anaknya Dihukum Seringan-ringannya: Saya Meminta Maaf
Tribun Jabar/Ferri Amiril Mukminin
Ibu Pelaku Pembakar Polisi di Cianjur Minta Anaknya Dihukum Seringan-ringannya: Saya Meminta Maaf. Polisi terbakar saat unjuk rasa mahasiswa di halaman Pendopo Cianjur, Kamis (15/8/2019). 

Enung mengaku berniat untuk berkunjung ke rumah korban, namun melihat kondisi yang sekarang hal tersebut dirasanya tidak memungkinkan.

Dirinya hanya mengetahui tentang organisasi yang diikuti anaknya.

Enung tidak tahu menahu terkait kegiatan anaknya dengan organisasi yang diikutinya.

Sebagai seorang ibu, Enung tidak tega dan meminta pihak kepolisian untuk meringankan hukuman anaknya.

"Mohon diringankan (hukuman), seringan-ringannya,” ucapnya.

Saat polisi tiba-tiba terbakar akibat lemparan bahan bakar
Saat polisi tiba-tiba terbakar akibat lemparan bahan bakar/Kompas.com/Firman Taufiqqurahman (*)

Mengutip Wartakotalive.com, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengecam aksi demo yang mengakibatkan terbakarnya empat anggota polisi hidup-hidup di Cianjur, Jawa Barat, Kamis (15/8/2019).

Karenanya IPW mendesak Polri mengusut tuntas kasus ini agar pelakunya dihukum berat dan ditelusuri apakah ada kelompok teroris ikut bermain dalam aksi demo tersebut.

"Dalam beberapa aksi demo yang berujung bentrok sering kali polisi luka akibat dilempari batu dan kayu oleh pendemo, bahkan pernah beberapa kali polisi dilempari molotov. Tapi belum pernah terjadi polisi terbakar tubuhnya akibat dilempari pendemo dengan molotov," kata Neta kepada Warta Kota, Jumat (16/8/2019).

"Paling hanya terkena percikan api dari molotov yang dilemparkan pendemo dan segera bisa diatasi polisi itu bersama polisi lain. Jadi, apa yang terjadi di Cianjur dimana ada empat polisi menderita luka bakar 30 sampai 50 persen saat mengendalikan aksi demo adalah sebuah peristiwa yang sangat memprihatikan dan tdk bisa ditolerir," paparnya.

Untuk itu kata Neta IPW mengecam keras peristiwa itu dan mendesak polisi segera mengusut tuntas kasus ini dan menuntut pelaku dan otak pelakunya dihukum seberat beratnya.

Halaman
1234
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved