Makin Mencekam, Aksi Penjarahan Terjadi di Manokwari, 3.000-an Warga KKSS Tinggalkan Rumah dan Toko

Aksi kerusuhan di Manokwari, makin mencekam hingga Senin siang. Massa tak cuma melakukan aksi pembakaran gedung DPRD, tapi meluas ke arah penjarahan.

Makin Mencekam, Aksi Penjarahan Terjadi di Manokwari, 3.000-an Warga KKSS Tinggalkan Rumah dan Toko
YouTube/KompasTV
Kerusuhan di Manokwari, Senin (19/8/2019) pagi. (YouTube/KompasTV) 

Makin Mencekam, Aksi Penjarahan Terjadi di Manokwari, 3.000-an Warga KKSS Tinggalkan Rumah dan Toko

TRIBUN MEDAN - Aksi kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, makin mencekam hingga Senin (19/8/2019) siang.

Massa tak cuma melakukan aksi pembakaran gedung DPRD setempat, namun meluas ke arah penjarahan.

Suasana di pusat ekonomi, jasa dan perkantoran di kota Dagang terbesar kedua di Papua Barat, setelah Sorong itu, dilaporkan kian mencekam.

Haji Syahruddin Makki (56), warga dan pedagang di Pasar Manokwari, kepada Tribun, pukul 13.00 WIT, melaporkan, massa kian tak terkendali.

“Toko, warung yang ada di pinggir jalan sudah dijarah, lalu banyak yang dibakar,” kata Syahruddin Makki, melalui sambungan telepon selular.

Makki yang juga Wakil Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), mengabarkan, jika para pedagang yang sebagian besar pendatang sudah pasrah.

“KIta tak bisa apa-apa lagi, Pasrah saja. Massa betul-berul marah dengan kejadian di Surabaya dan komentar-komentar nasional,” ujar Makki.

Baca: Suporter Persija Ajak Duel TNI AU hingga Prajurit Minta Maaf, Videonya Viral. .

Baca: Polwan Cantik Bripda Monica Terjungkal saat Atraksi Kendarai Moge Sambil Berdiri dan Lepas Tangan

Baca: Usai Jual Rumah Rp 32 Miliar, Muzdalifah dan Fadel Islami Kini Jajakan Sari Lemon

Dia menjelaskan, kini sekitar 3000-an warga KKSS yang beraktivitas di sekitar Pasar Sanggung, di sepanjang Jl Yos Sudarso dan sekitar Gedung DPRD Papua Barat, sudah meninggalkan rumah dan toko mereka.

“Kantor gubernur lama juga sudah dibakar tadi,” ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Juang Naibaho
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved