Orang Terkaya Hong Kong Menjerit, Bombardir Iklan Minta Demo Dihentikan di Semua Media Lokal

Orang terkaya Hong Kong, raja bisnis berusia 91 tahun Li Ka-shing, menjadi miliarder terbaru yang bergabung dengan kelompok pemrotes aksi unjuk rasa.

Orang Terkaya Hong Kong Menjerit, Bombardir Iklan Minta Demo Dihentikan di Semua Media Lokal
Reuters: Bobby Yip
Orang Terkaya Hong Kong Menjerit, Bombardir Iklan Minta Demo Dihentikan di Semua Media Lokal. Taipan Hong Kong, Li Ka-shing mengalami kerugian sebesar Rp 30 triliun) sejan aksi unjuk rasa dimulai bulan Juni. 

#Konglomerat Hong Kong Pasang Iklan di Halaman Utama Media Hong Kong Minta Unjukasa Dihentikan   

TRIBUN-MEDAN.COM - Para taipan properti Hong Kong menanggung rugi, pasar saham setempat semakin merosot dan sektor pariwisata di bekas koloni Inggris ini ikut terpukul ketika gerakan pro-demokrasi terus berlangsung.

Meski perang dagang AS-China memicu beberapa kerugian ini, unjuk rasa berminggu-minggu telah mendatangkan malapetaka bagi investor dan menyebabkan kerusakan reputasi besar terhadap wilayah semi-otonom ini sebagai kekuatan ekonomi.

Saat aksi unjuk rasa memasuki minggu ke-11 tanpa tanda-tanda melambat, analis memperkirakan Hong Kong akan mengalami resesi.

Sekarang para miliarder di sana menyerukan agar protes berakhir.

Menurut Indeks Miliarder Bloomberg, kekayaan bersih dari 10 taipan terkaya, yang mendapatkan kekayaan mereka dari perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Hong Kong, telah merosot miliaran sejak protes dimulai pada Juni.

Orang terkaya Hong Kong, raja bisnis berusia 91 tahun Li Ka-shing, menjadi miliarder terbaru yang bergabung dengan kelompok pemrotes aksi unjuk rasa.

Li, yang dijuluki 'Superman' di Hong Kong, mengeluarkan iklan satu halaman penuh di sebagian besar surat kabar lokal, mendesak penghentian kerusuhan "atas nama cinta".

Iklan itu menampilkan kata dalam bahasa China untuk "kekerasan" dengan hiasan palang merah, diapit oleh slogan-slogan tentang mencintai China dan mencintai Hong Kong.

Pengusaha, yang memiliki kekayaan sekitar $ 39 miliar (atau setara Rp 390 triliun), ini mengakhiri iklan tersebut dengan ucapan "dari seorang warga Hong Kong, Li Ka-shing".

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved