Orang Terkaya Hong Kong Menjerit, Bombardir Iklan Minta Demo Dihentikan di Semua Media Lokal

Orang terkaya Hong Kong, raja bisnis berusia 91 tahun Li Ka-shing, menjadi miliarder terbaru yang bergabung dengan kelompok pemrotes aksi unjuk rasa.

Orang Terkaya Hong Kong Menjerit, Bombardir Iklan Minta Demo Dihentikan di Semua Media Lokal
Reuters: Bobby Yip
Orang Terkaya Hong Kong Menjerit, Bombardir Iklan Minta Demo Dihentikan di Semua Media Lokal. Taipan Hong Kong, Li Ka-shing mengalami kerugian sebesar Rp 30 triliun) sejan aksi unjuk rasa dimulai bulan Juni. 

Penguasa properti
Ketika gerakan unjuk rasa berlangsung berlarut-larut, ada kekhawatiran bahwa sektor properti, yang merupakan kunci utama ekonomi lokal, bisa berada dalam bahaya.

Dikendalikan oleh miliarder mega-kaya, Hong Kong adalah rumah bagi real estat paling mahal di dunia, membuatnya jauh dari jangkauan banyak warganya.

Rata-rata, sebuah apartemen nano - seukuran tempat parkir - berharga sekitar $ 1.475 (atau setara Rp 14,75 juta) per bulan untuk disewa.

Sebagian besar pengunjuk rasa yang turun ke jalan adalah mahasiswa dan profesional muda.

Unjuk rasa di Hong Kong belum menunjukkan tanda berakhir. Jutaan warga masih melakukan demo di akhir pekan kemarin.
Unjuk rasa di Hong Kong belum menunjukkan tanda berakhir. Jutaan warga masih melakukan demo di akhir pekan kemarin. (AP via Apple Daily)

Mereka memiliki sedikit harapan untuk bisa memiliki rumah sendiri, sehingga mengusik orang kaya dan berkuasa telah menjadi tujuan dari gerakan ini.

"Di Hong Kong, taipan properti mengendalikan pasokan tanah," kata analis yang berpusat di Shanghai, Andy Xie.

"Beijing mengandalkan para taipan di Hong Kong untuk memerintah tempat itu, sehingga Pemerintah tak benar-benar bertanggung jawab. Semua taipan memiliki hubungan langsung ke Beijing," kata Xie.

Apakah para miliarder Hong Kong mengiyakan penawaran Beijing, hal itu masih harus dilihat lebih lanjut.

"Mereka pikir para taipan ini akan menjaga perdamaian di Hong Kong, yang jelas bukan tujuan mereka. Tujuan mereka adalah menghasilkan uang sebanyak mungkin, secepat mungkin", kata Xie.

Ketika keuntungan mereka mulai turun, makin banyak tokoh properti Hong Kong mengkritik gerakan protes tersebut.

Halaman
1234
Editor: Tariden Turnip
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved