Berjuang Keras Raih Tempat di Pelatnas, Bonatua Lumban Tungkup akan Mati-matian untuk SEA Games

Bona mengaku bangga sekaligus bersyukur bisa masuk tim pelatnas kick boxing untuk berlaga di SEA Games Filipina.

Berjuang Keras Raih Tempat di Pelatnas, Bonatua Lumban Tungkup akan Mati-matian untuk SEA Games
Tribun Medan/Chandra
Kickboxer Sumut, Bonatua Lumban Tungkup. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Pengurus Pusat Kick Boxing Indonesia (KBI) sudah memulai pelaksanaan program Pemusatan Pelatihan Nasional (Pelatnas) sebagai persiapan menuju SEA Games Filipina yang dijadwalkan berlangsung akhir November mendatang.

Sejumlah atlet hasil Kejuaraan Nasional (Kejurnas) tahun 2019 yang digelar awal Agustus kemarin pun sudah dipanggil mengikuti Pelatnas yang dilaksanakan di Icuk Sugiarto Training Camp, Sukabumi, Jawa Barat.

Kickboxer asal Samosir, Bonatua Lumban Tungkup menjadi salah satu atlet yang lolos mengikuti pelatnas SEA Games Filipina. Bona menjadi satu-satunya atlet perwakilan Sumatera Utara yang berhasil masuk tim pelatnas setelah pada kejurnas II 2019 sukses meraih medali emas di nomor low kick kelas 60kg.

Kepada Tribun Medan, Bona mengaku bangga sekaligus bersyukur bisa masuk tim pelatnas kick boxing untuk berlaga di SEA Games Filipina. Bisa masuk pelatnas merupakan impiannya sejak lama untuk bisa menorehkan prestasi yang lebih tinggi lagi. Apalagi bisa dikatakan dia baru saja naik tingkat dari atlet junior menjadi atlet senior.

"Perasaan sangat bangga bisa sampai ke pelatnas senior. Gak nyangka bisa sampai ke sini (pelatnas). Puji Tuhan, Kuasa Tuhan bisa dapat medali emas di kejurnas. Apalagi dari awal sudah tahu akan banyak atlet ambil kelas-kelas di SEA Games jadi bakal berat," ujarnya, Selasa (20/8/2019).

Bona menuturkan sebenarnya pada kejurnas kemarin Sumut berhasil meraih dua medali emas. Atlet tersebut adalah German Hutagaol yang turun di nomor full contact 48 kg putra. Namun karena hanya kelasnya yang dipertandingkan di SEA Games, maka hanya dia yang jadi perwakilan Sumut.

"Untuk Kelas full contact 48kg gak dipertandingkan di SEA Games. Jadi gak dipanggil pelatnas. Yang dipanggil pelatnas rata-rata yang dapat medali emas, ada sih yang perak tapi karena yang juara satu dan dua bagus makanya dipanggil dua-dua tapi yang berangkat nanti satu, mereka bersaing," terangnya.

Sebelumnya, atlet muda kelahiran 18 November 1999 ini memang sempat mengikuti pelatnas junior sewaktu masih menekuni cabang olahraga wushu, namun untuk tingkat senior baru kali ini dirasakannya. Bahkan berlaga di SEA games nanti juga yang perdana baginya.

"Bisa mewakili Sumut saja sudah sangat bangga, apalagi bawa nama Indonesia di SEA Games. Kalau bilang medali emas semua pasti pengin. Target sih bawa pulang medali saja sudah sangat bangga. Yang penting Andalkan teknik yang kita miliki, selebihnya serahkan ke Tuhan, pasti Tuhan kasih yang terbaik kalau betul-betul berusaha," ungkapnya.

Saat ini, Bona yang tengah menjalani pelatnas bertekad berlatih sekuat tenaga. Sebagai satu-satunya kickboxer dari Sumut, Bona tak ingin mrnyia-nyiakan kesempatan ini. Apalagi sudah banyak waktu dan tenaga yang dikorbankannya demi bisa meraih prestasi di kancah internasional.

"Berangkat SEA Games nanti dari sini. Persiapan karena baru awal-awal jadi masih penyesuaian. Baru seminggu mulai pelatnas. Harus maksimal ini persiapannya, sudah banyak korbani, sudah jauh dari keluarga, korbanin kuliah, yang memang harus mati-matian untuk SEA Games ini. Harapannya bisa bangun Indonesia dan orangtua," pungkas Mahasiswa Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Medan stambuk 2017 ini.

(cr11/Tribun-medan.com)

Penulis: Chandra Simarmata
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved