Tersambar Petir, Sintor Habeahan Tewas dan 19 Kerbau Peliharaannya Mati

Sintor Habeahan (23) warga Dusun II Desa Urtan, Kecamatan Andam Dewi, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara tewas disambar petir, Senin (19/8/2019) malam.

Tersambar Petir, Sintor Habeahan Tewas dan 19 Kerbau Peliharaannya Mati
TRIBUN MEDAN/Polres Tapanuli Tengah
Tersambar Petir, Sintor Habeahan Tewas dan 19 Kerbau Peliharaanya Mati. 

Seorang pendaki yang juga ikut membantu melakukan evakuasi Samuel, mengaku saat di lokasi kejadian dirinya melihat tubuh Jamil menderita luka bakar. Dirinya mengungkapkan, setelah melihat kondisi Jamil, kemudian mereka langsung membawanya ke tenda untuk melakukan pertolongan pertama.

"Tadi kondisnya sudah banyak luka bakar, di tangannya sama kakinya, terus bajunya robek-robek. Dari mulai ulu hati ke bawah sudah kaku, tapi dia masih sadar. Karena di dalam bdannya masih ada elektriknya, kami bawa ke tenda, langsung kami selimutin pakai apa yang ada lah," ucapnya.

Menurut keterangan dari kerabatnya Alfian, kejadian nahas yang menimpa sepupunya tersebut terjadi sekira pukul 14.00 WIB. Dirinya mengaku, kondisi saat itu memang sudah mendung. Karna merasa berbahaya, mereka memutuskan untuk turun.

"Sekitar jam dua lewat lah tadi kejadiannya. Tadi pas sudah mendung turun kami. Aku memang di depan tadi, orang abang sama sepupuku yang satu lagi di belakang," ujar Alfian.

Alfian mengaku, pada saat di perjalanan dirinya sempat mendengar dua kali sambaran petir.

Baca: Informasi Tiga Mahasiswa Pendaki Gunung Sibayak Tersambar Petir, BPBD Karo Masih Telusuri Korban

"Pas pertama enggak kena, yang kedua aku kena percikan, Badan ku juga sekarang masih kebas. Pas nengok ke atas, ku liat payung udah jatuh, terus aku cari tempat yang agak tinggi ku liat abang ini sama anaknya sudah tergeletak. Cuma sepupuku saja yang masih berdiri," ungkapnya.

Melihat kerabatnya terjatuh, dirinya langsung menghampiri dan mencari pertolongan kepada para pendaki yang ada di sana.

"Aku langsung kejar, langsung ngangkat anaknya, kemudian aku cari bantuan ke tanda-tanda yang paling bawah itu," ucapnya.

Amatan www.tribun-medan.com, ketika berada di warung di sekitar Sibayak, Jamil sudah mendapatkan pertolongan pertama. Dengan diberikan selimut, dan pendaki serta masyarakat yang ada di sana mencoba menenangkannya.

Terlihat, di tangan bagian kanan Jamil seperti berkas luka bakar yang sedikit mengelupas. (cr4/tribun-medan.com) 

Video:

Penulis: M.Andimaz Kahfi
Editor: Joseph W Ginting
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved