BBM Langka di Dairi, Kendaraan Warga Sampai Bermalam di SPBU

"Habis bang. Tinggal solar ini. Belum pasti kapan datang pertalite dan pertamax," kata petugas SPBU Jalan Letjen Ahmad Yani, Kelurahan Batangberuh.

BBM Langka di Dairi, Kendaraan Warga Sampai Bermalam di SPBU
TRIBUN MEDAN / DOHU LASE
Pemandangan antrean kendaraan pembeli solar di SPBU Jalan Letjen Ahmad Yani, Batangberuh, Sidikalang, Rabu (21/8/2019). Kelangkaan BBM terjadi pada seluruh SPBU di Sidikalang, Kabupaten Dairi. Pasokan BBM jenis premium, pertalite, dan pertamax habis. 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Kelangkaan BBM terjadi pada seluruh SPBU di Sidikalang, Kabupaten Dairi. Pasokan BBM jenis premium, pertalite, dan pertamax habis.

Amatan Tribun Medan, kondisi ini sudah berlangsung hampir sepekan terakhir di dua SPBU di Sidikalang dan satu di Sitinjo sejak hari ulang tahun RI ke-74, Sabtu (17/8/2019) lalu.

Mula-mula, BBM jenis pertamax yang habis, kemudian diikuti pertalite. Rabu (21/8/2019), stok pertamax dan pertalite betul-betul habis. Tinggal BBM jenis solar yang ada.

Namun, untuk BBM jenis pertalite banyak tersedia di pengecer.

"Habis bang. Tinggal solar ini. Belum pasti kapan datang pertalite dan pertamax," kata petugas SPBU Jalan Letjen Ahmad Yani, Kelurahan Batangberuh, Sidikalang.

Di SPBU Sitinjo dan SPBU Batangberuh bahkan, tampak ada beberapa kendaraan roda empat parkir. Diduga lantaran telah kehabisan BBM.

Mayoritas warga mengeluhkan kondisi ini. Antrean panjang kendaraan terjadi di SPBU Jalan Persada dan SPBU Jalan Sidikalang-Medan, Sitinjo. Sebab, kedua SPBU tersebut masih memiliki stok pertalite.

"Tanggapannya, kecewa pasti. Entah karena ditimbun BBM makanya langka BBM ini aku rasa," kata R Siregar, warga pengantre di SPBU Jalan Persada.

"Kita mesti antre berjam-jam, karena SPBU ini kurang profesional. Masa dilayani pengantre pembeli jeriken. Harusnya, pengguna kendaraan dulu diutamakan," ujar S Sinaga, pengantre beli BBM lainnya.

Seorang gadis pembeli BBM lewat jeriken mengaku, Rianti Tampubolon mengatakan, orangtuanya sudah lama menggeluti usaha ecer BBM.

Lokasi rumah sekaligus tempat jualan BBM mereka berada jauh dari Sidikalang dan tidak ada SPBU.

"Kami beli enggak banyak-banyak bang, cuma dua jeriken ukuran 40 liter. Ini untuk diecer lagi," kata Rianti.

Para warga yang ditemui Tribun Medan berharap, Pertamina mengetahui kesulitan mereka karena kelangkaan BBM ini dan segera mengirim stok BBM.

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved