TRIBUNWIKI

Berastagi Memiliki Replika Pagoda Shwedagon Terbesar Kedua di Dunia

Latar didirkan taman tersebut dikarenakan sang pemilik Taman Alam Lumbini ini mendapatkan ilham dari guru spritualnya untuk mendirikan rumah ibadah

Berastagi Memiliki Replika Pagoda Shwedagon Terbesar Kedua di Dunia
TRIBUN MEDAN/AQMARUL AKHYAR
Taman Alam Lumbini Berastagi dengan Replika Pagoda Shwedagon terbesar kedua di Dunia, terletak di Desa Tongkoh, Berastagi, Dolat Rakyat, Kabupaten Karo, Sumatera Uatara, Rabu (21/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Berastagi tak hanya memiliki indahnya panorama alam Gunung Sinabung dan Sibayak. Melainkan juga memiliki keindahaan arsitektur bangunan replika Pagoda Shwedagon Myanmar terbesar kedua di dunia. Keindahaan arsitekturnya pun memikat wisatawan untuk berkunjung ke Berastagi.

Selain indah, bangunan Replika Pagoda Shwedagon di Taman Alam Lumbini Berastagi ini sangat megah. Kemegahan itu terlihat pada bangunan Pagoda yang tinggi dan luas serta bangunan yang diselimuti cat berwarna emas yang sangat begitu cerah. Pagoda ini terletak di Desa Tongkoh, Berastagi, Dolat Rakyat, Kabupaten Karo, Sumatera Uatara.

Tak hanya dengan megahnya bangunannya, Taman Alam Lumbini ini juga memiliki lahan yang luas sebesar kurang lebih 4 hektar. Kemudian, terhampar taman yang indah dengan mengikuti kontur alam Berastagi. Taman Alam Lumbini atau sering disebut Pagoda sebagian masyarakat Sumut, ini merupakan candi Buddha dan tempat beribadahnya umat Buddha di Sumatera Utara. Taman ini juga merupakan tempat beribadah semua aliran Buddha.

Kemudian untuk jadwal ibadah di Taman Alam Lumbini ini, biasanya bagi luar masyarakat Kabupaten Karo digelar setiap hari Minggu. Namun, untuk umat Buddha yang tinggal di Kabupaten Karo digelar setiap hari Rabu malam, dari pukul 20.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB. 

Seluruh bangunan Taman Alam Lumbini bewarna emas berkilau dan mencuri perhatian.
Seluruh bangunan Taman Alam Lumbini bewarna emas berkilau dan mencuri perhatian. (Int)

Selanjutnya, Taman Alam Lumbini ini merupakan milik personal yang tak bisa disebutkan namanya.

Latar didirkan taman tersebut dikarenakan sang pemilik Taman Alam Lumbini ini mendapatkan ilham dari guru spritualnya untuk mendirikan rumah ibadah tersebut. Walaupun sebelum ada Taman Alam Lumbini ini, tempat ibadah yang berukuran kecil sudah ada terbangun di kawasan tersebut.

Taman Alam Lumbini ini telah diresmikan dengan ucapara besar pada tahun 2010 silam. Ternyata, upacara tersebut telah dihadiri oleh lebih dari 1.300 Biksu dan lebih dari 200 umat awam dari manca negara.

Kehadiran 1.300 Biksu tersebut membuat Taman Alam Lumbini memecahkan rekor MURI (Museum Rekor Indonesia), selain  itu meraih rekor MURI dengan kategori Pagoda Tertinggi di Indonesia.

Nah, bagi anda yang ingin berkunjung ke Taman Alam Lumbini atau Pagoda, dapat ditempuh dengan mengendarai mobil atau sepeda motor. Lama perjalanan sekitar 2 jam dari Medan, itu pun tergantung kondisi lalu lintas. Untuk memandai jalan masuk ke Taman Alam Lumbini yaitu, Simpang Tongkoh. Anda dapat melihat ada tugu buah jeruk di tengah pertigaan, kemudian lihat dan ikuti tanda panah jalan yang mengarahakan ke tempat tersebut.

Selanjutnya, sekitar bebrapa menit anda akan melihat Pagoda yang menculang tinggi dari jalan tersebut. lalu, masuk dengan tanda jalan berbentuk segi empat bertuliskan Taman Alam Lumbini. Namun, untuk akses masuk ke Taman Alam Lumbini ini jalanya berbatuan yang akan mengguncang kendaraan anda dan melelahkan. Akan tetapi rasa lelah tersebut terbayar ketika anda melihat sekitar jalan tersebut yaitu tanaman strawbery dan sayur kol.

Suasana Taman Lumbini, Desa Tongkoh, Kecamatan Dolat Rakyat, yang dipadati wisatawan mengisi libur Tahun Baru Imlek 2019, Selasa (5/2/2019) lalu.
Suasana Taman Lumbini, Desa Tongkoh, Kecamatan Dolat Rakyat, yang dipadati wisatawan mengisi libur Tahun Baru Imlek 2019, Selasa (5/2/2019) lalu. (Tribun Medan/Muhammad Nasrul)
Halaman
12
Penulis: Aqmarul Akhyar
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved