Ciptakan Transaksi yang Cepat dan Efisien, BI Sempurnakan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) terus berupaya menyempurnakan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

Ciptakan Transaksi yang Cepat dan Efisien, BI Sempurnakan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia
Tribun Medan / Natalin
Direktur Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sumut (Sumatera Utara), Andiwiana Septonarwanto menjelaskan BI terus berupaya menyempurnakan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI). 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Bank Indonesia (BI) terus berupaya menyempurnakan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI).

Melalui Peraturan Bank Indonesia Nomor 21/8/PBI/2019 proses penyelesaian (settlement) kliring nasional akan ditambah frekuensinya. Sehingga menciptakan efisiensi dan biaya yang lebih murah.

SKNBI digunakan untuk transfer dana dan kliring berjadwal, memproses data keuangan elektronik pada layanan transfer dana, layanan kliring warkat debit dan layanan pembayaran reguler serta layanan penagihan reguler.

"Jadi intinya kita melakukan tiga hal terhadap kliring nasional yang diselenggarakan oleh BI, yang pertama kita mempercepat layanan, kedua kita meningkatkan batasan transaksi yang dilakukan dengan kliring dan ketiga adalah kita mempercepat proses kliring dengan memperbanyak settlement yang dilakukan dalam satu hari," ucap Andiwiana, Direktur BI Kantor Perwakilan Sumut (Sumatera Utara), Rabu (21/8/2019)

Hal ini dilakukan BI agar dapat meningkatkan layanan transfer dana dan layanan pembayaran reguler kepada masyarakat sehingga menyesuaikan standar layanan dalam proses penyelesaian transaksi dengan penetapan service level agreetment.

Selain itu, juga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat atas penyelesaian transaksi yang semakin cepat dan efisien, serta memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap penyelesaian transaksi yang semakin besar.

"Kita tahu jumlah transaksi yang terjadi di masyarakat jumlahnya semakin besar sejalan dengan semakin meningkatnya perekonomian di Indonesia. Untuk itu, BI mengeluarkan tiga Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) dan PBI nomor 21/8/PBI/2019 tanggal 24 Mei 2019 mengenai perubahan ketiga PBI Nomor 17/9/PBI/2015 tentang penyelenggaraan transfer dana dan kliring berjadwal oleh BI," ujar Andiwiana

Andiwiana menjelaskan saat ini proses kliring memiliki waktu settlement yang dilakukan mulai pukul 12.00 WIB, 13.30 WIB, 14.30, 15.30 WIB. Kedepannya, waktu settlement akan dilakukan di setiap jam atau sembilan kali mulai pukul 09.00 WIB hingga 16.45 WIB.

"Dampaknya adalah ketika nasabah mentransfer dananya melalui sistem kliring, pukul 08.45 sudah bisa diproses jam 09.00 dan akan masuk ke rekening lawannya jam 9 itu. Biasanya paling cepat ditransfer jam 12.00 oleh bank karena pertama kali penukarannya itu di jam 12.00. Kedepannya, waktu settlement akan dilakukan sembilan kali yakni jam 08.00, 09.00, 10.00, 11.00, 12.00, 13.00, 14.00, 15.00, dan jam 16.45 terakhir ini akan disetel besok pagi jam 08.00. Tapi tetap lebih cepat kalau dulu diproses besoknya jam 12.00 siang," ucapnya.

Selain penambahan frekuensi, beban biaya juga dipangkas bank sentral. Layanan transfer yang sebelumnya berbiaya Rp 1.000 menjadi Rp 600.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Royandi Hutasoit
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved