Diduga Usaha Salon Ini Sering jadi Tempat Pesta Narkoba, Polisi Amankan Enam Orang

penangkapan keenamnya berdasarkan dari laporan masyarakat yang menduga lokasi tersebut sering dijadikan tempat transaksi narkoba.

Diduga Usaha Salon Ini Sering jadi Tempat Pesta Narkoba, Polisi Amankan Enam Orang
TRIBUN MEDAN/M NASRUL
Kasat Narkoba Polres Tanah Karo AKP Sastrawan Tarigan (baju hitam), didampingi Kanit I Satnarkoba Iptu M Surbakti (jaket hitam), dan KBO Satnarkoba Ipda Hendrik (baju putih merah), saat memaparkan penangkapan pelaku penyalahgunaan narkoba, di ruang Satnarkoba Polres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Rabu (21/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Diduga tengah asyik melakukan pesta narkoba jenis sabu-sabu, empat orang pria dan dua wanita diamankan Satnarkoba Polres Tanah Karo, Selasa (20/8/2019) kemarin.

Keenamnya ditangkap di sebuah salon, yang berada di Jalan Mariam Ginting, Kabanjahe.

Adapun para pelaku yang telah diamankan ialah, Demontara Sembiring, Sanjaya Ginting, Mexsi, Tamel Ginting, Mas Sumirah, dan Asmidar.

Kasat Narkoba Polres Tanah Karo AKP Sastrawan Tarigan, mengungkapkan penangkapan keenamnya berdasarkan dari laporan masyarakat yang menduga lokasi tersebut sering dijadikan tempat transaksi narkoba.

Tak hanya itu, di lokasi tersebut juga sering dijadikan tempat menggunakan barang haram oleh para pemakai.

"Para pelaku kita amankan sekira pukul 10.40 WIB kemarin. Menurut laporan masyarakat, lokasi tersebut sering dijadikan tempat transaksi dan menggunakan narkoba," ujar Sastrawan, saat ditemui di ruang Satnarkoba Polres Tanah Karo, Jalan Veteran, Kabanjahe, Rabu (21/8/2019).

Benar saja, saat proses penangkapan kemarin dirinya menjelaskan para pelaku diciduk saat ada yang sedang memakai dan ada yang diduga selesai menggunakan narkoba.

Dirinya menyebutkan, dari lokasi tersebut pihaknya berhasil menyita barang bukti seberat 4,17 gram sabu. Barang bukti tersebut, disimpan di dalam sebuah kaleng rokok yang sudah dikemas rapih ke dalam paketan kecil sebanyak 15 paket.

"Barang bukti yang kita sita, ada 15 paket sabu, alat hisap, telepon genggam, dan uang tunai sebesar Rp 580.000 yang diduga merupakan untuk transaksi narkoba," katanya.

Sastrawan menjelaskan, dari keenam pelaku diketahui salah satunya merupakan residivis yang sudah sering melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkoba. Dirinya menyebutkan, berdasarkan pengakuan dari tersangka dirinya sudah lama menggunakan narkoba, dan baru satu tahun terakhir selesai menjalani masa hukumannya di balik jeruji besi.

"Iya memang salah satu dari pelaku ini merupakan residivis," ucap pria yang baru dua hari menjabat sebagai Kasat Narkoba Polres Tanah Karo itu.

Saat ditanya dari mana asal barang haram tersebut, pria berbaju hitam itu menyebutkan, diduga berasal dari seputar wilayah Kabupaten Karo. Untuk itu, ia mengaku akan segera melakukan pengembangan dari mana dan siapa pemilik barang haram tersebut sebelumnya.

"Nanti akan tetap kita lakukan pengungkapan hingga ke jaringan atas," katanya.

Atas perbuatannya, para pelaku akan dijerat dengan pasal 114, 112, 127, dan 131 undang-undang nomor 35 tahun 2009. Dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved