Dituding Gelapkan Uang Ratusan Juta, Terdakwa: Uang Itu Tali Asih Jual Ginjal

"Sering jumpa Yuslin dikarenakan jual ginjal, bukan bisnis mobil," ungkap terdakwa.

Dituding Gelapkan Uang Ratusan Juta, Terdakwa: Uang Itu Tali Asih Jual Ginjal
Tribun Medan/Victory Arrival Hutauruk
Terdakwa kasus penipuan berkedok jual ginjal Frans Adinata Barus menjalani sidang lanjutan beragendakan keterangan terdakwa di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (21/8/2019). 

Dari situ Saifullah bertemu dengan terdakwa yang ingin menjual ginjalnya. Hanya saja jual beli organ tubuh tersebut batal hingga beralih ke bisnis mobil.

Saksi Saifullah membenarkan ada memberi keuntungan hasil usaha jual beli mobil kepada saksi korban Rp 15 juta. Saksi juga mengakui terdakwa membayar Rp 138 juta kepada korban. Ketika ditanya hakim dari mana saksi tahu.

"Saya pak hakim ikut menjual barang-barang dan emasnya," ujarnya dipersidangan.

Sebelumnya dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Paulina bermula pada 20 November 2018 dimana Saksi Yuslin Siregar bertemu dengan terdakwa di lobi Hotel Polonia Medan, Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia.

Terdakwa mengajak saksi korban untuk ikut dalam bisnis dengan memberikan modal sebesar Rp Rp 200 juta. Serta terdakwa berjanji akan memberikan keuntungan kepada saksi korban untuk setiap penjualan mobil baru dan mobil bekas.

Dikarenakan janji tersebut, saksi korban percaya kepada terdakwa sehingga kemudian pada tanggal 21 November 2018 saksi korban mengirim uang melalui transfer dana sebesar Rp 200 juta ke rekening terdakwa.

Setelah sebulan kemudian terdakwa mengirim uang sebesar Rp 8 juta kepada saksi korban, yang menurut terdakwa uang tersebut merupakan hasil usaha penjualan mobil. Lalu uang tersebut dibagi dua, antara saksi korban dan terdakwa masing-masing Rp 4 juta.

Dan pada bulan depannya terdakwa mengirim Rp 5 juta, secara berturut-turut sebanyak empat kali yang menurut terdakwa uang tersebut merupakan hasil dari jual beli mobil bekas.

Pada tanggal 13 Desember 2018 terdakwa kembali berjumpa di lobi Hotel Polonia Medan dan terdakwa meminta uang tambahan modal kepada saksi korban sebesar Rp 50 juta. Dikarenakan sudah percaya, saksi korban langsung mentransfer permintaan terdakwa.

"Tak lama kemudian terdakwa kembali menyerahkan uang sebesar Rp 5 juta kepada saksi korban. Namun tak lama kemudian terdakwa kembali meminta tambahan modal kepada saksi korban sebesar Rp 350 juta," ungkap Jaksa.

Halaman
123
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Liston Damanik
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved