Peluang Bisnis, Modal Usaha Jamu hanya Rp 200 Ribu

Kebetulan bulan Maret saya mengalami keguguran dan dalam tahap pemulihan inilah yang menjadi latarbelakang saya memulai usaha ini.

Peluang Bisnis, Modal Usaha Jamu hanya Rp 200 Ribu
TRIBUN MEDAN/NATALIN SINAGA
Owner Sinom Jowo, Happy Ika Masita menunjukan dua kemasan Sinom Jowo. Harga minuman sehat ini dibanderol Rp 7.500. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN-
Meski pengobatan modern sudah menjadi pilihan sebagian besar masyarakat, masih banyak pula orang-orang yang meyakini khasiat obat tradisional. Begitu pula dengan konsumsi jejamuan.

Masih jamak pula orang minum jamu untuk mendongkrak daya tahan tubuh atau memelihara kesehatan.

Diakui Owner Sinom Jowo, Happy Ika Masita, dalam sekali produksi jamunya, ia hanya membutuhkan modal usaha sebesar Rp 200 ribu. Dengan modal ini, ia membeli bahan jamu, mendesain label, dan botol.

"Usaha jamu ini masih seumur jagung, saya mulai baru di bulan April 2019 lalu. Bukan karena lagi demam pilpres tapi kebetulan bulan Maret saya mengalami keguguran dan dalam tahap pemulihan inilah yang menjadi latarbelakang saya memulai usaha ini. Menurut anjuran ibu saya untuk memulihkan rahim saya disuruh untuk buat sinom. Tetapi, bukan saya yang rajin minum tapi suami saya karena menurutnya buatan saya ini enak dan pas seperti sinom yang pada umumnya dijual di Jawa," ujar Ika, Rabu (21/8/2019).

Hingga akhirnya, kata Ika, saat itu, ia pun membuat tester jamu kepada para tetangga dan kawannya.

"Saya sudah berniat juga untuk memulai jualan tetapi masih ragu karena ini minuman khas Jawa dan kebetulan bagi masyarakat Medan masih asing. Tetapi ada kawan yang menyarankan untuk dijual karena pendapatnya jamu buatan saya layak jual. Karena saran tersebut, maka saya beranikan diri untuk menawarkan ke tetangga terlebih dahulu dan Alhamdulillah respon yang diterima positif sekali bagi saya," ucap Pendatang yang baru tujuh bulan tinggal di Medan ini.

Selain itu kata Ika, di Jawa ibunya pun juga berjualan minuman ini. Sehingga resep dan proses pembuatannya jamu ini turun temurun keluarga.

"Saya tertarik berbisnis minuman sehat ini juga untuk menghilangkan stigma masyarakat bahwa yang namanya jamu atau minuman sehat itu selalu pahit dan tidak enak. Kitakan Indonesia biarpun sinom berasal dari Jawa tidak salah kalau kita perkenalkan di Medan dan bisa dikenal luas oleh masyarakat Medan khususnya, Sumatera Utara (Sumut) pada umumnya," tambahnya.

Perempuan kelahiran Sidoarjo, Jawa Timur, 27 Juli 1991 menjelaskan proses pembuatannya jamu ini sangat homey sekali. Bahan-bahannya pun sangat mudah didapat di pasar tradisional maupun supermarket.

"Bahannya kunyit, asam jawa, kayu manis, kapulaga, dan gula pasir. Kunyit hanya dipotong (rajang) dan semua bahan direbus hingga mendidih. Tidak perlu bahan tambahan makanan seperti pewarna karena warna kuningnya pun alami dari kunyit," ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Natalin Sinaga
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved