Pemadaman Listrik Terjadi Lagi di Kota Medan, Ini Penjelasan PLN
Pemadaman listrik terjadi di beberapa daerah seperti Jalan Setia Budi, Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan Johor dan Ringroad.
TRIBUN-MEDAN.com-Sejumlah wilayah di Kota Medan dilaporkan mengalami mati listrik, Rabu (21/8/2019).
Pemadaman listrik terjadi di beberapa daerah seperti Jalan Setia Budi, Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan Johor dan Ringroad.
Manajer Komunikasi PLN Wilayah Sumatera Utara, Rudi Artono mengatakan, pemadaman listrik ini disebabkan pemeliharaan jaringan dan perintisan pohon untuk menjaga dan meningkatkan keandalan pasokan listrik kepada pelanggan.
"Sebelumnya kami mohon maaf kepada pelanggan yang hari ini mengalami pemadaman listrik disebabkan pemeliharaan jaringan dan perintisan pohon untuk menjaga dan meningkatkan keandalan pasokan listrik kepada pelanggan," ujar Rudi, Rabu (21/8/2019).
Ia menjelaskan adapun perintisan pohon terjadi di beberapa daerah yakni Jalan (Jl.) Klambir Lima, Jl. Sultan Arab, Jl. Pasar I Kamoung Banjaran, Jl. Pasar II Klambir, Jl. Pasar 4 Klambir, Jl. Klumpang, PT. Klambir Jaya, PT. Asia Karet, Jl. Lembaga Permasyarakatan, Jl. Banten Baru, Jl. Pabrik Kapur, Pertemuan. Kebun Binatang, Al Azhar, Simalingkar B, Ngumban Surbakti.
Selain itu di Jl. Puskesmas, Jl. BLK, Jl. Perwira, Jl. Elang, Jl. Aluminium, Gg. Resmi, Jl. Gatsu, Serba Setia,Jl. Binjai vKp Lalang, Psr V. Komplek cina, Psr V Cinta Damai, Psr III Cinta Damai, Psr I Cinta Damai, Gg. Harapan, Gatsu simpang Sei Sekambing, Komplek Tomang Elok, Jl. Raja Wali, Jl. Murai,Jl. Garuda, Kodam I BB, Jl. Cenderawasih.
"Pemeliharaan jaringan ini terjadi juga di Setia Budi, Helvetia dan beberapa daerah lainnya. Seharusnya sekarang sudah nyala pukul 13.30 WIB," ucapnya.
Diakui Rudi, pemadaman listrik kali ini akibat perintisan pohon. "Ketika pohon itu dihembus angin kawat-kawat kita jadi menyatu menyebabkan pemadaman. Mohon bantuan kerjasamanya apabila ada pohon-pohon di sekitar rumah pelanggan itu yang menyentuh jaringan agar dilaporkan ke PLN dan menghindari pemadaman lebih lanjut," ungkapnya.
Ia menghimbau kepada masyarakat atau pelanggan yang memiliki pohon dan pohon tersebut telah menyentuh jaringan PLN agar segera dilaporkan ke PLN supaya bisa dibersihkan. Perintisan pohon-pohon ini biasanya juga harus memiliki izin dari pemilik pohon.
"Kalau untuk pohon itu kita tak bisa diprediksi karena kalau untuk pohon ini kalaupun kita melakukan perintisan harus izin juga sama yang punya pohon, enggak bisa sembarangan juga."
"Kami mohon kerjasama dengan masyarakat dan pelanggan, kalau ada pohon yang menyentuh jaringan PLN mohon dirintis atau dilaporkan ke PLN, agar kami bisa membersihkannya."
"Kami yang akan tebang pohon-pohonnya itu kalau memang dilaporkan untuk ditebang, dan tidak dipungut biaya," jelas Rudi.
Saat ditanya sampai kapan pemadaman listrik ini terjadi, kata Rudi, apabila terjadi akibat gangguan alam maka pihaknya masih belum bisa mengantisipasi gangguan alam ini.
"Kalau dari sisi pasokan listrik kita sudah siap, kita masih punya cadangan 400 MW (megawatt) lagi hanya saja dengan jaringan kita yang masih saluran udara ini jadi masih rawan dengan gangguan alam, cuaca ekstrem, angin kencang, hewan juga bisa mengganggu jaringan sehingga menyebabkan pemadaman yang tidak kita inginkan," ujarnya.
(nat/tribun-medan.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/10092019_perbaikan_listrik_danil_siregar-1.jpg)