Sejak Pagi hingga Siang Diguyur Hujan, Aktivitas Laharan Sinabung Masih Normal

Pantauan dari alat pendeteksi getaran atau seismograf, jalur laharan masih belum terpantau adanya peningkatan aktivitas laharan.

Sejak Pagi hingga Siang Diguyur Hujan, Aktivitas Laharan Sinabung Masih Normal
Tribun Medan / Nasrul
Kepala Pos PGA Sinabung Deri Al Hidayat, memeriksa hasil perekaman aktivitas laharan malam tadi, di Pos PGA Sinabung, Jalan Kiras Bangun, Simpangempat, waktu lalu. 

TRIBUN-MEDAN.com, SIMPANGEMPAT - Sejak Rabu (21/8/2019) dini hari tadi, sebagian besar wilayah di Kabupaten Karo diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga deras. Bahkan, di beberapa wilayah hingga siang hari hujan masih terus turun dengan intensitas sedang, namun terus menerus.

Amatan www.tribun-medan.com, di seputar Kecamatan Kabanjahe hujan sempat reda sekira pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB. Namun, setelah pukul 11.00 WIB hujan kembali turun dengan intensitas sedang dan hingga pukul 14.00 WIB belum terlihat tanda-tanda hujan berhenti.

Kondisi serupa juga diketahui terjadi di kawasan puncak Gunung Sinabung. Menurut informasi dari Kepala Pos PGA Sinabung Deri Al Hidayat, di kawasan tersebut juga diguyur hujan sejak dini hari tadi. Namun, untuk intensitas hujannya terbilang cukup kecil, karena hanya gerimis.

"Kalau di gunung kita enggak tau persis ya, karena kita enggak memantau hujan. Tapi di pos memang dari dini hari tadi sampai sekarang masih hujan," ujar Deri.

Saat ditanya perihal aktivitas laharan, dirinya mengaku hingga saat ini pihaknya memang belum melihat adanya aktivitas yang mencolok.

Ia menyebutkan, menurut pantauan dari alat pendeteksi getaran atau seismograf, jalur laharan masih belum terpantau adanya peningkatan aktivitas laharan.

"Laharannya masih kecil, karena hujannya juga hanya gerimis," katanya.

Saat ditanya apakah durasi hujan yang cukup lama dapat memicu tingginya aktivitas laharan, dirinya menyebutkan potensi dapat terjadi, namun masih tetap kecil.

Deri melanjutkan, pihaknya juga tidak bisa berspekulasi nantinya akan terjadi laharan dengan ukuran besar atau tidak. Karena, hingga saat ini tidak ada terlihat tanda-tanda peningkatan aktivitas laharan yang terpantau.

"Kami tidak bisa berspekulasi, hanya melihat kondisi real saat ini laharannya masih kecil. Ya kalo di puncak nanti debit air nya tinggi bisa saja membesar. Namun ini kan masih gerimis kecil," ungkapnya.

Dirinya mengungkapkan, hingga saat ini di kedua jalur laharan yang berada di sisi timur dan barat Gunung Sinabung, aktivitas laharannya masih terpantau aman terkendali.

Melihat beberapa waktu terakhir hujan turun cukup sering, dirinya mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan menjauhi aliran laharan jika nantinya debit air meningkat.

(cr4/tribun-medan.com) 

Penulis: Muhammad Nasrul
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved