WhatsApp Bidik Pembayaran Online, Adu Kuat Persaingan Sengit Dompet Digital, Siapa Menang?

WhatsApp tengah menjajaki kerja sama dengan perusahaan pembayaran digital dan bank di Indonesia untuk bisa menjalankan bisnis

WhatsApp Bidik Pembayaran Online, Adu Kuat Persaingan Sengit Dompet Digital, Siapa Menang?
Mashable
Ilustrasi 

Potensi bisnis Go-Jek tercium para investor kakap seperti Tencent dan Softbank sehingga mereka bersedia berinvestasi ke perusahaan teknologi ini. Grab pun menjalankan strategi yang mirip dengan menggandeng OVO alih-alih membangun sistem sendiri untuk proses pembayaran. Tapi idenya sama yakni menggaet basis konsumen yang besar. "Go-Jek dan OVO melakukan strategi dari bawah ke atas atau bottom-up," kata Fithra. 

Berbeda dengan LinkAja yang menjalankan strategi dari atas ke bawah alias top-down. LinkAja belum memiliki banyak konsumen yang bersedia menggunakan platform ini. Sehingga tantangannya bagaimana LinkAja juga bisa menarik konsumen sebanyak-banyaknya agar tertarik menggunakan LinkAja. 

Fenie, sehari-hari hanya aktif menggunakan Go-Pay dan OVO untuk transaksi transportasi online maupun transaksi pembayaran di merchant.  Alasannya, Go-Pay dan OVO menjadi satu dengan layanan transportasi online yang memang Ia butuhkan untuk beraktivitas sehari-hari. Jadi, dengan mengunduh satu aplikasi bisa transaksi di merchant sekaligus membayar layanan transportasi. 

Ditambah lagi OVO dan Go-Pay banyak menawarkan program uang kembali alias cashback. Dia menggunakan Go-Pay dan OVO bergantian karena cashback tiap merchant berbeda.  "Tapi saya lebih sering pakai Go-Pay karena jaringannya lebih luas. Kedai ayam geprek langganan saya pakai Go-Pay. Tukang buah kaki lima di deket kantor saya juga sudah pakai Go-Pay," tutur Fenie.  

Tak pelak perang tawaran potongan harga juga memaksa LinkAja untuk melakukan hal yang sama. Danu bilang, tidak menutup kemungkinan LinkAja untuk ikut "membakar duit" dengan menggelar program promosi besar-besaran lewat cashback maupun diskon di berbagai merchant. Ini bagian dari brand awareness.

 "Tapi LinkAja juga nanti bisa terkenal dengan sendirinya lewat layanan kebutuhan masyarakat seperti beli bensin, bayar tol, beli asuransi, bayar parkir dan lainnya," ujarnya. 

Adu Inovasi Layanan

Dengan makin ketatnya persaingan di depan, perusahaan tekfin swasta tak mau memperlambat laju ekspansi. Mereka juga berusaha terus menelurkan inovasi layanan baru. Baru-baru ini OVO mengumumkan layanan pinjaman online dengan mengakuisisi PT Indonusa Bara Sejahtera atau Taralite. Pada laman e-commerce seperti Tokopedia misalnya, untuk menyelesaikan transaksi, pengguna dapat memilih opsi OVO PayLater untuk melakukan pembayaran di akhir bulan, maupun melakukan pembayaran dengan cicilan.

OVO juga bekerjasama dengan berbagai merchant ritel modern seperti Hypermart dan ACE Hardware untuk layanan OVO PayLater ini. Sementara Go-Pay menggandeng PT Mapan Global Reksa (Findaya) dengan menyediakan kartu kredit virtual bernama PayLater untuk layanan cicilan serupa. 

Mereka sadar potensi bisnis di industri ini masih besar. Maka yang OVO lakukan adalah memperbanyak kolaborasi dengan pelaku industri lainnya. "Kami percaya, yang dapat memenangkan kompetisi dalam industri ini adalah yang mampu menawarkan lebih banyak layanan dalam platform pembayarannya. Dengan strategi ekosistem terbuka, OVO terus mengupayakan akses bagi berbagai layanan finansial seperti asuransi, investasi, dan pinjaman online," ujar Harianto Gunawan, Direktur OVO kepada KONTAN. 

Halaman
1234
Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved