Keuangan PD Pasar Dairi di Bawah Direksi Baru Belum Membaik, Dana Terhimpun Baru Rp 71 Juta

Penerimaan dari sektor iuran sewa kios/los tertunggak hingga mencapai Rp3,4 miliar.

Keuangan PD Pasar Dairi di Bawah Direksi Baru Belum Membaik, Dana Terhimpun Baru Rp 71 Juta
TRIBUN MEDAN/DOHU LASE
Petugas tim gabungan penataan Pasar Sidikalang berdialog dengan pedagang yang berjualan di luar areal pasar, Rabu (19/6/2019). Para pedagang diajak untuk masuk dan berjualan di dalam pasar. 

TRIBUN-MEDAN.COM, DAIRI - Sejak ditunjuk bupati sebagai pelaksana tugas (Plt) Dirut PD Pasar Dairi tanggal 2 Agustus 2019 silam, Edward Hutabarat baru berhasil menghimpun pemasukan sebesar Rp71 juta lebih.

Angka tersebut jauh dari total piutang PD Pasar, yang mencapai Rp3,4 miliar lebih. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, PD Pasar Dairi tengah terbelit masalah keuangan.

Penerimaan dari sektor iuran sewa kios/los tertunggak hingga mencapai Rp3,4 miliar. Imbasnya, para karyawan, bahkan direksinya, tak gajian delapan bulan.

Edward, kala ditemui Kamis (22/8/2019) di ruang kerjanya, mengungkapkan dana Rp71 juta tersebut telah digunakan untuk membayar tagihan BPJS Kesehatan, membayar gaji karyawan yang mengundurkan diri, dan belanja lain-lain.

"Posisi 16 Agustus 2019, kita menerima Rp71 juta lebih. Dari jumlah itu, kita sudah gunakan untuk bayar iuran BPJS karyawan, membayar gaji karyawan yang keluar, belanja alat tulis kantor, dan lain-lain, sehingga kini tersisa Rp50 juta lebih," ungkap Edward.

"Jumlah itu akan bertambah lagi, karena minggu ini ada setoran dari penyelenggaraan pekan. Data sama saya masih posisi 16 Agustus 2019," sambungnya.

Edward mengaku, pihaknya sulit menagih piutang tersebut, sebab para pedagang penunggak merasa tagihan mereka terlalu besar.

Ia mengatakan, manajemen PD Pasar Dairi sudah melayangkan surat peringatan kepada para pedagang penunggak untuk segera membayar tunggakannya. Namun, kurang direspons. Alasannya, karena jumlah tunggakan kelewat besar, sehingga dirasa berat.

Teranyar, lanjut Edward, manajemen PD Pasar Dairi menawarkan cara pelunasan tunggakan utang iuran sewa kios dengan membayar 50 persen di awal, batas hingga akhir September 2019, serta mengganti sistem iuran, yang selama ini per tahun, menjadi per hari.

Selanjutnya, 50 persen sisa tunggakan utang dicicil per hari bersamaan dengan iuran sewa kios/los.

"Kita sudah sosialisasikan. Pedagang umumnya setuju soal iuran ditarik per hari. Namun, untuk pelunasan tunggakan, masih dikeluhkan," kata Edward.

Kata Edward, kali ini mereka akan sedikit memaksa. Apabila hingga akhir September 2019, terdapat pedagang penunggak belum bayar, maka kios/los dikosongkan paksa.

"Sebenarnya, masalah piutang dan pembayaran gaji-gaji karyawan ini bisa terselesaikan jika pedagang penunggak sewa kooperatif," katanya.

"Cara keras belum jadi pilihan kita. Kita tetap mengambil jalan terbaik bagi semua pihak," ujar Edward mengakhiri.

(cr16/tribun-medan.com)

Penulis: Dohu Lase
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved