Menteri Keuangan Sebut Dana Mengendap di Puskesmas Senilai Rp 2,5 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan banyak dana mengendap atau idle di puskesmas di seluruh Indonesia.

Menteri Keuangan Sebut Dana Mengendap di Puskesmas Senilai Rp 2,5 Triliun
Kompas.com
Bloomberg New Economy Forum Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara sebagai panelis di Forum Bloomberg New Economy Forum yang sedang berlangsung di Hotel Capella, Singapura, Rabu (7/11/2018) 

TRIBUN-MEDAN.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan banyak dana mengendap atau idle di puskesmas di seluruh Indonesia.

Dana itu merupakan dana kapitasi atau dana yang dibayarkan di muka kepada fasiltas kesehatan tingkat pertama dalam rangka program BPJS Kesehatan.

"Maksudnya ada puskesmas yang kelebihan dananya menjadi silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran) jumlahnya seluruh Indonesia mencapai Rp 2,5 triliun total," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Rabu (21/8/2019).

Sebagai informasi, puskesmas merupakan fasiltas kesehatan tingkat pertama program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan.

Dana kapitasi diberikan kepada puskesmas berdasarkan jumlah masyarakat yang ikut dalam program JKN BPJS Kesehatan.

Melihat adanya kelebihan dana yang mengendap di puskesmas, Sri Mulyani mengatakan sedang mengupayakan agar dana itu bisa dimanfaatkan.

"Agar sipla ini digunakan untuk membantu BPJS yang sedang defisit," kata dia.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu juga memimta BPJS Kesehatan untuk mengatur estimasi biaya unit terutama untuk layanan tingkat pertama bisa makin ditingkatkan akurasinya dan efisiensinya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Menkeu: Ada Rp 2,5 Triliun Mengendap di Puskesmas "

Editor: Fahrizal Fahmi Daulay
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved