Nora Butar-butar Didakwa Korupsi Rp 359 Juta, Terdakwa Kapal Fiktif Dairi Libatkan hingga 8 PNS

Terdakwa dalam melaksanakan aksi tipuannya melibatkan delapan orang pejabat PNS hingga enam di antaranya sudah dijebloskan ke penjara.

Nora Butar-butar Didakwa Korupsi Rp 359 Juta, Terdakwa Kapal Fiktif Dairi Libatkan hingga 8 PNS
TRIBUN MEDAN/VICTORY HUTAURUK
Terdakwa Kasus Pengadaan Kapal Fiktif Nora Butar-Butar (49) didakwa merugikan keuangan negara Rp 359 juta oleh Jaksa Kejari Dairi di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (22/8/2019). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terdakwa Kasus Pengadaan Kapal Fiktif Nora Butar-Butar (49) didakwa merugikan keuangan negara Rp 359 juta oleh Jaksa Kejari Dairi di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (22/8/2019).

Hal yang lebih mencengangkan terdakwa dalam melaksanakan aksi tipuannya melibatkan delapan orang pejabat PNS hingga enam di antaranya sudah dijebloskan ke penjara.

Dimana mereka yang telah dipidana adalah adalah Pardamean Silalahi selaku Kadis Kebudayaan, Pariwisata dan Perhubungan Kabupaten Dairi, Naik Syaputra Kaloko selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Naik Capah selaku Pengawas Lapangan.

Lalu ada Tumbur Simbolon selaku Ketua Panitia Serah Terima Pekerjaan (PHO/FHO) Jinto Barasa selaku Sekretaris Panitia Serah Terima Pekerjaan (PHO/FHO), Jamidin Sagala selaku Sekretaris Panitia Pengadaan Barang/Jasa.

Serta dua lainnya yang sedang dalam tahap pemeriksaan, Ramles Simbolon Anggota Panitia Serah Terima Pekerjaan (PHO/FHO) dan Party Pesta Oktoberto Simbolon selaku Asisten Teknik (Tersangka).

Terdakwa yang merupakan Wakil Direktur CV Khayla Prima Nusa tampak mengenakan baju kaos lengan panjang biru songkok di kepalanya tampak tenang mendengarkan dakwaan jaksa.

Ia tampak mengepalkan tangannya dan sesekali ia tampak menunduk dihadapan Majelis Hakim yang diketuai Ferry Sormin.

Perbuatan terdakwa didakwa melanggar Pasal 2 Ayat (1) Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b, Ayat (2), (3) Undang-Undang RINomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Perbuatan terdakwa diancam pidana dengan pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

Selain itu, terdakwa yang juga warga Jl. Gemilang No. 9 Medan juga didakwa pasal subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 Ayat (1) huruf b, Ayat (2), (3) Undang- Undang RINomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Halaman
1234
Penulis: Victory Arrival Hutauruk
Editor: Feriansyah Nasution
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved